Monday, August 02, 2021

3 Alasan Membeli Tempe Bungkus Daun Pisang

Tempe Bungkus Daun Pisang
Pic by Farida Asadi
Halo, semua! Jumpa lagi ya dengan saya. Eh, pemirsa! Kalian waktu masih kecil suka main jual-jualan dan membungkus jualan tersebut dengan daun pisang? Saya pernah dong waktu masih kecil suka bermain jual-jualan tanah yang dianggap sebagai gula merah dan kemudian tanah tersebut dibungkus dengan daun pisang. Ada-ada saja ya tingkah laku semasa masih kecil. Kenapa demikian? Karena saya menganggap tanah tersebut adalah gula merah karena waktu itu sedang bermain jual-jualan gula merah.

Membicarakan daun pisang maka seringkali saya meminta daun pisang milik tetangga saya. Tetangga saya baik hati sekali karena sudah ikhlas memberikan daun pisang untuk saya. Bahkan seringkali tetangga saya memberikan buah pisang dengan jumlah yang banyak jika tetangga saya sedang panen buah pisang.

Jika saat masih kecil saya menggunakan daun pisang untuk membungkus tanah yang saya anggap sebagai gula merah dalam jual-jualan bersama anak-anak seusia saya, maka berbeda dengan saat ini. Apakah perbedaan itu?

Saat ini saya menggunakan daun pisang untuk membungkus makanan. Contohnya jika memasak pepes, bothok, wungkusan, atau makanan yang lainnya. Rasanya makanan tersebut lebih sedap jika dibungkus dengan daun pisang.

Sedangkan ibu saya memanfaatkan daun pisang untuk membuat lonthong. Kita pasti sudah akrab dengan lonthong kan? Lonthong adalah makanan yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan daun pisang.

Jika menjelang hari raya maka tante saya yang tinggal di Semarang selalu berjualan lonthong. Dan lonthong itu pun selalu laris manis dibeli oleh para pembeli. Kebanyakan pembeli lonthong tersebut adalah para pekerja pabrik dan para pekerja kantoran.

Sebenarnya saya rindu masa kecil saya ketika para pedagang di warung atau di pasar yang setiap harinya membungkus makanan atau bumbu dengan daun pisang. Karena saat ini para pedagang di warung dan di pasar menggunakan plastik untuk membungkus makanan dan bumbu.

Sejak satu tahun yang lalu hingga saat ini maka saya pun rutin dan konsisten membeli tempe yang dibungkus dengan daun pisang. Dan inilah 3 alasan saya yang rutin dan konsisten membeli tempe yang dibungkus daun pisang yaitu,

1. Untuk Lebih Mencintai Lingkungan

Ada banyak cara dalam mencintai lingkungan. Kenapa saya lebih memilih membeli tempe bungkus daun pisang dibandingkan dengan tempe bungkus plastik? Karena dengan membeli tempe bungkus daun pisang adalah hal paling sederhana yang saya lakukan untuk lebih mencintai lingkungan. Sampah plastik bungkus tempe akan sangat lama terurai dan bisa menyebabkan pencemaran lingkungan. Sedangkan sampah daun pisang dari bungkus tempe bisa terurai sendiri dan bisa hancur dengan sendirinya serta tidak mencemari lingkungan. Selain itu, sampah daun pisang dari bungkus tempe juga bisa dijadikan pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman.

2. Untuk Memenuhi Kebutuhan Protein

Kebutuhan protein setiap hari harus terpenuhi ya! Karena demi menghemat pengeluaran maka saya lebih memilih tempe bungkus daun pisang untuk memenuhi kebutuhan protein. Tempe termasuk dalam protein nabati karena berasal dari kedelai. 

3. Karena Mudah Dibeli

Saya membeli tempe bungkus daun pisang bukan karena saya jualan tempe. Akan tetapi jika suatu saat saya berjualan tempe maka saya tidak tahu karena masa depan tidak dapat saya lihat. Satu papan tempe bungkus daun pisang ini harganya terjangkau yaitu hanya dua ribu Rupiah saja. Dan tempe bungkus daun pisang ini bisa dibeli di warung atau pasar terdekat di daerah saya. Mungkin di daerah kalian juga banyak yang berjualan tempe bungkus daun pisang seperti ini.

Itulah beberapa alasan saya membeli tempe bungkus daun pisang. Lalu, sudah pernahkah kalian membeli tempe bungkus daun pisang? Dan apa nih menu makanan favorit kalian yang terbuat dari tempe?

10 comments:

  1. Baunya lebih enak nggak sih kalo pake daun pisang? Hehe. Suka aja liatnya tempe yang pake daun. Lebih kerasa feel tradisionalnya. Aku sih tempe goreng aja udah seneng mbak :) paling enak dibikin mendoan purwokerto dimakan panas2 yummm

    ReplyDelete
  2. Memang makansn yg dibungkus daun pisang aroma dan rasanya beda ya.. Sayangnya aku nggak pinter mbungkus, jadi kalau bikin pepes misalnya..pakai cetakan deh akhirnya..hihi..

    ReplyDelete
  3. Aku juga lebih memilih dibungkus daun pisang itu kayaknya beda aja, apalagi ada aroma seger hehehe

    ReplyDelete
  4. Iya beda rasanya kalau beli yang bungkus daun dibandingkan plastik ya, lebih enak aroma yang menempel dan lebih ramah lingkungan juga..

    ReplyDelete
  5. Tempe bungkus daun memang paling joozzz... Sayangnya kalau yang tempe satuan kecil-kecil itu, setelah dibungkus daun, luarnya dikasih kertas segala sih. Ga jadi cinta lingkungan kan yaaa hehehe...

    ReplyDelete
  6. Memang beda rasa tempe yang dibungkus sama daun pisang. Aku pun lebih suka memilih yang berbungkus daun kaya gini.

    ReplyDelete
  7. Aku klo brlanja liat tempe bungkus daun pisang pasti beli deh. Selain ramah lingkungan,Menurutku rasanya lebih enak deh. Makan nasi anget pake tempe goreng aja udh enaak bgt

    ReplyDelete
  8. Tosss mbak. Aku pun lebih pilih yang daun pisang bungkusnya. Sedep bgitu dan lebih enak.

    ReplyDelete
  9. Menurutku rasanya juga lebih enak tempe yang dibungkus daun pisang. Sayangnya di sini jarang. Kalau ada pun daun pisangnya kek cuma buat pemanis aja, nggak kek di Jawa.
    Nah, aku malah kangen tempe tipis yg dipakai buat bahan mendoan/tempe kemul itu..

    ReplyDelete
  10. Wah iya. Baru nyadar. Di Lombok, cukup jarang menemukan tempe berbungkus daun pisang. Kalaupun pengen banget, harus blusukan ke pastrad besar. Padahal, bahan alami daun pisang relatif masih cukup banyak di kebun-kebun, apalagi di desa.

    ReplyDelete