Sunday, May 02, 2021

Si Gagap dan Segala Kenangan yang Harus Lenyap

Kenangan
Pic from Canva
Bulan Maret 2021, menjadi bulan yang berat dan penuh cobaan bagi saya. Setelah saya harus menjadi JOMBLO lagi maka kabar yang menjengkelkan datang dari si Gagap yang saat ini masih berkuliah dan bekerja di Tangerang dan Jakarta.

Sebelum bulan Maret 2021, maka saya pun DM si Gagap melalui Twitter. Waktu itu saya menanyakan kabar si Gagap. Iya, dia membalas DM saya kemudian kami lumayan banyak membahas sedikit tentang yang dialami selama beberapa tahun terakhir ini. Dan seperti biasa saat dm-dm-an itu maka selalu saja ada tingkah lucu si gagap yang bisa membuat saya tertawa.

Tapi, selanjutnya di bulan Maret maka akun Twitter saya diblokir oleh si Gagap setelah akun Facebook saya diblokir. Sedangkan untuk akun Instagram belum diblokir. Yang membuat saya heran adalah kenapa si Gagap memblokir dua akun sosial media. Seandainya saya punya salah kan bisa ngomong baik-baik sehingga saya bisa minta maaf dan tidak mengulangi kesalahan tersebut.

Akan tetapi bisa saja yang memblokir akun media sosial itu bukan si Gagap melainkan pacarnya si Gagap karena saya lumayan sering melihat postingan si Gagap yang memperlihatkan si Gagap dan pacarnya yang sering jalan-jalan bersama.

Saya pun akhirnya menyalahkan diri saya sendiri karena sudah menyayangi si Gagap dengan sepenuh hati tapi si Gagap tidak peduli sama sekali. Iya, jujur saya masih sayang sekali dengan si Gagap hingga bulan Maret 2021. Tapi kemudian saya sadar bahwa cinta itu tidak bisa memaksa. Saya mencintai si Gagap tapi si Gagap mencintai orang lain. Rumit dan bikin saya pusing.

Si Gagap ini merupakan teman sekelas dari adik sepupu saya. Akan tetapi saya dan si Gagap lahir di tahun yang sama. Si Gagap lahir di awal tahun dan saya lahir di pertengahan tahun. Kadang hingga sampai saat ini saya selalu menyalahkan diri saya sendiri kenapa terlalu berharap bisa dicintai oleh si Gagap.

Saya mengenal si Gagap di tahun 2011 saat saya masih SMP kelas 9 dan si Gagap sudah kelas 10 SMK. Perkenalan kami berawal dari Facebook dan betapa kagetnya saya waktu itu ketika tahu kalau si Gagap adalah teman sekelas adik sepupu saya.

Saya dan si Gagap pun sering chattingan setiap hari, sering sms-an setiap hari, dan sering juga telponan. Saya pun pernah dengan percaya diri mengganti nama profil akun Facebook saya dengan nama yang hampir mirip dengan milik profil akun Facebook milik si Gagap. Pikir saya waktu itu agar namanya serasi dan bisa saling mencintai. Lucu ya saya terlalu percaya diri seperti itu.

Yang masih saya ingat hingga hari ini adalah saat si Gagap merasa sedih karena ibu kandungnya meninggal dunia sehingga bapaknya si Gagap menikah lagi dan si Gagap pun akhinrya mempunyai seorang ibu sambung.

Setelah saya menjadi anak SMK maka saya dan si Gagap pun sudah sangat jarang berkomunikasi lagi melalui sosial media atau sms. Kenapa demikian? Karena saya masih berharap jika saya dan si Gagap bisa saling mencintai.

Hingga saya dan si Gagap sudah sibuk dengan kesibukan masing-masing maka saya pun masih berharap bisa saling mencintai dengan si Gagap walaupun sepertinya itu hanya khayalan saja karena saya cuma dianggap teman.

Si Gagap, semoga segala kenangan tentang kita bisa lenyap dari ingatan saya karena saya capek menghadapi sikap si Gagap yang terlalu cuek. Ternyata melelahkan sekali bertahun-tahun menyayangi dan mencintai si Gagap tapi tak pernah dianggap ada.

No comments:

Post a Comment