Saturday, March 27, 2021

GAGAL MOVE ON, NJOBOKU TEGAR NJEROKU AMBYAR

Gagal Move On
Pic from story WA
Bulan Maret 2021, menjadi bulan yang membuat saya Sedih dan gundah gulana. Sejak awal bulan Maret ini saya merasa amat sangat gelisah. Mencoba menangis tapi ternyata tidak bisa menangis dan mencoba tegar tapi ternyata saya tidak sekuat itu. Hanya menimbulkan sesak di dada yang membuat saya susah tidur dan membuat saya pusing.

Kesedihan ini berawal dari seseorang yang selama setahun ini menyayangi saya tapi saya tidak begitu menyayangi orang tersebut. Akan tetapi setelah orang itu tidak ingin menganggap saya sebagai seorang kekasih maka saya merasa galau yang berkepanjangan.

Saya memang agak kurang suka jika saya disukai oleh seseorang terlebih dahulu karena hal itu hanya membuat saya kurang nyaman. Akan tetapi saya kadang merasa bingung dengan diri saya sendiri karena sering mengabaikan orang-orang yang menyayangi saya dan akhirnya orang tersebut pergi meninggalkan saya.

Saya hanya ingin menjalin hubungan yang saya tidak hanya dicintai saja. Tetapi saya harus mencintai dan dicintai sehingga saling cinta dan berharap bisa hidup bahagia. Namun hal itu sulit sekali terwujudkan dalam hidup saya terutama masalah tentang percintaan.

Selama tiga minggu ini saya merasakan galau yang teramat sangat mendalam. Sesak di dada masih sering timbul, susah makan, susah tidur, hingga pusing yang membuat saya bingung sendiri. Seharusnya saya merasa bahagia ketika orang yang tidak begitu saya sayangi meninggalkan saya begitu saja. Namun yang terjadi malah luka yang tertancap di hati. Luka yang tak terlihat namun membuat saya resah seperti ini.

Dia memblokir WA saya dan kemudian kita tidak berkomunikasi lagi. Akan tetapi dia datang lagi dengan tiba-tiba mengirim pesan via WA. Dan terjadilah lagi chat-chat setiap hari dengan orang yang sama seperti di waktu satu tahun yang lalu. Akan tetapi rasanya beda, dia mulai acuh dan tidak peduli. Saya pun mulai bosan dan enggan membalas chat tersebut.

Saya pun mencoba meminta tolong kepada orang tersebut untuk mengantarkan saya ke kota Kendal hanya untuk menikmati seporsi mie Ramen dan seporsi Sushi. Obrolan saat itu pun tak seasik dulu saat kita masih di tahun yang lalu.

Sebelum dia chat lagi via WA, sebenarnya luka dan sakit hati yang saya alami sudah perlahan sembuh akan tetapi dia dengan jahatnya memporakporandakan semua. Bukankah ini sebuah hal yang membuat saya marah?

Saya berjuang dengan sekuat tenaga agar saya bisa move on, melupakan sakit hati dan patah hati yang saya alami agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Saya berusaha tegar di depan semua orang terutama di depan ibu saya.

Hanya sepupu terdekat dan teman terdekat saya yang menjadi tempat saya curhat ketika saya bingung dengan kegalauan yang saya alami ini. Intinya saya hanya ingin yang terbaik untuk saya. Saya tidak ingin masalah patah hati ini terus berlanjut karena tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental saya.

"Raksah galau terus, maem sing akeh"

"Kamu layak bahagia"

Beberapa kalimat yang diucapkan oleh sepupu terdekat dan teman terdekat menjadi sedikit obat penawar ketika saya sedang galau begini. Setidaknya mereka masih mempedulikan saya yang sedang dalam fase sangat menyedihkan ini.

Saya memang sedang tidak baik-baik saja. Dan saya menuliskan kegalauan ini sebagai pengingat kalau saya tidak boleh menyia-nyiakan orang yang menyayangi saya dengan sepenuh hati. Saya tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan dan saya harus belajar menutup masa lalu yang hanya membuat saya sedih berkepanjangan.

Rasanya sulit berpura-pura bahagia walaupun saat ini saya sengsara. Rasanya sulit belajar menerima kenyataan yang ada. Wahai diriku sendiri tetap berjuang menyembuhkan luka hati ini, ya! Jangan menyerah karena jalan masih panjang!

1 comment:

  1. Yang kuat ya, Mbak Faridaaaa 😣. Kadang kisah cinta memang gak mudah. Tapi percayalah, Mbak, seperti kata Afgan: jodoh pasti bertemu. Aku yakin Mbak Farida bakal dipertemukan dengan laki-laki yang mencintai Mbak Farida sekaligus yang Mbak Farida cintai. 🥺

    Ngomong-ngomong, jujur aku sebenarnya iri sama Mbak Farida. Soalnya ada yang suka sama Mbak Farida duluan 🤭. Sementara aku dulu malah yang suka sama cowok duluan. Belum sempat menyatakan cinta, eh aku udah ditolak duluan dong. Ngenes banget aku dulu. 😭

    ReplyDelete