Tuesday, September 08, 2020

Drama Kakak Kelas dan Adik Kelas yang Suka Utang Duit

Utang Duit
Pic from Canva
Masalah hutang duit itu menjadi masalah yang kadang menimbulkan banyak masalah. Drama hutang duit sering terjadi di kalangan masyarakat kita. Misalnya saja tidak juga membayar hutang dan pura-pura tidak punya hutang.

Kali ini saya ingin menceritakan tentang kakak kelas saya dan adik kelas saya yang suka hutang duit kepada saya. Padahal kakak kelas dan adik kelas saya tersebut tidak akrab sama sekali dengan saya dari dulu hingga kini.


Kakak kelas yang lebih parah lagi dalam hal hutang duit dengan saya. Waktu itu tahun 2015 saat saya masih bekerja menjadi karyawan kontrak di pabrik furniture area kota Semarang. Kakak kelas saya mengetahui hal tersebut dan kemudian kakak kelas saya chatting dengan saya via BBM waktu itu karena BBM (BlackBerry Messenger) sedang hits kala itu.


Chatting tersebut berujung dengan si kakak kelas ingin meminjam uang senilai seratus ribu Rupiah kepada saya. Saya kemudian men-transfer uang tersebut ke rekening kakak kelas saya. Waktu itu saya niatnya hanya ingin membantu kakak kelas saya saja dan saya tidak menduga kalau hal tersebut akan berujung hal yang memalukan bagi saya.

Hingga tahun 2020 ini, kakak kelas saya tidak kunjung membayar hutang tersebut dan dia membela diri kalau dia sudah membayar hutang tersebut. Padahal sampai saat ini dia belum membayar hutang sama sekali.

Hal yang paling menjengkelkan adalah saat saya dan kakak kelas saya tersebut bertemu di jalan dan di suatu tempat. Akan tetapi kakak kelas saya seolah tidak mengenali saya dan tidak menyapa saya. Dimanakah hati nurani kakak kelas saya tersebut?

Saya akan merasa senang walaupun kakak kelas hanya tersenyum saja kepada saya. Saya hanya ingin mengatakan kalau kakak kelas saya tersebut tidak tahu rasa terima kasih. Saya pernah menolong kakak kelas saya saat kakak kelas saya sedang butuh duit, lalu kenapa kakak kelas malah seolah-olah tidak mengenali saya dan seolah-olah saya ini sesuatu yang menyebalkan?

Drama kedua berasal dari adik kelas yang saya pun tidak akrab sama sekali dengan dia. Adik kelas saya berulang kali chat via Facebook dan juga Instagram. Chat tersebut berisi jika adik kelas ingin meminjam uang untuk membayar kuliah. 
Utang Duit
Pic from Instagram.
Karena saya trauma dengan drama kakak kelas yang hutang tersebut maka saya tidak membalas chat adik kelas saya tersebut. Yang saya heran adalah saya tidak terkenal sama sekali saat jaman masih sekolah lalu kenapa kakak kelas dan adik kelas suka hutang dengan saya padahal soal derajat ekonomi lebih mapan kakak kelas dan adik kelas saya tersebut.

Melihat postingan Instagram adik kelas saya tersebut saya merasa heran. Adik kelas saya tersebut sering sekali piknik ke suatu tempat padahal saya belum pernah ke tempat wisata tersebut. Adik kelas saya tersebut selalu posting tentang hal-hal mewah. Rasanya aneh saja jika secara ekonomi lebih mapan adik kelas saya lalu kenapa adik kelas ingin meminjam uang dengan saya?

Lucu memang jika mengingat hal tersebut. Saya saja tidak berani sama sekali hutang duit dengan teman akrab saya apalagi jika saya hutang dengan kakak kelas atau adik kelas saya. Saya tidak akan berani sama sekali hutang duit dengan kakak kelas atau adik kelas saya.

Saya hanya berani hutang duit dengan kakak kandung saya, ibu saya, dan adik sepupu saya. Itupun saya selalu berjanji akan membayar hutang tersebut walaupun kadang membutuhkan waktu yang lama untuk membayar hutang tersebut.

Drama kakak kelas dan adik kelas yang suka hutang ini akan saya jadikan pelajaran yang berharga yaitu agar saya tidak mudah percaya dengan orang lain terutama kakak kelas saya dan adik kelas saya yang penuh drama.
Utang Duit
Pic from Canva
Semoga saya dan kita semua selalu mendapatkan rejeki yang berlimpah agar tidak meminjam duit kepada orang lain. Semoga kita juga bisa selalu mengingatkan diri sendiri untuk bahagia dan tidak penuh drama.

Kertomulyo, 8 September 2020

6 comments:

  1. Ahahah, jadi inget zaman kuliah. smpe lupa siapa aja yang ngutang saking lamanya dan nggak pd bayar. smpe capek nanyain, ujung2nya cuma bisa ikhlasin. wkwkwk
    skrg ga trauma sih, cm kl mau minejmin uang kudu siap ikhlasin. kl dibalikin ya syukur, kl enggak minimal dah niat ikhlasin. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti capek memang gara-gara urusan nagih utang. Jadi intinya harus ikhlas ya. Ayo kak kita sama-sama belajar ikhlas.

      Delete
  2. Masalah utang piutang ini memang rumit ya. Kalo kejadiannya sampai pura-pura nggak kenal itu wah, menyakitkan. Jadi lebih hati-hati sama hal pinjam meminjam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, Mbak. Masalah pinjam meminjam duit memang rumit. Iya, aku sakit hati dilakukan seperti itu dengan kakak kelasku.

      Delete
  3. Klo aku pernah punya pengalaman dg seseorang yg kukenal awalnya di dumay, lalu sekomunitas tapi blm pernah ketemu langsung. Komunikasi awal cukup intens dan si mba ini nawari kerjasama bisnis. Aku sih cm bermaksud menolong saja, meminjamkan sejumlah dana utk nambah modal usaha dia (yg lbh kecil dari jml yg awal dia nembung minjam). Perjanjian awalnya dana akan dikembalikan bulan berikutnya plus bla bla bla.. Ternyata bln berikutnya ngasih tahu blm bisa ngembaliin krn bla3 lgi..trus hbs itu g bisa dihubungi juga. Blognya sepertinya juga tak apdet lagi. Haha.. yowis lah..buat pengalaman saja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masalah hutang dan duit itu kita harus hati-hati banget ya, Mbak. Kalau nggak hati-hati ya kita jadi mudah tertipu dengan orang-orang yang awalnya pinjam duit.

      Delete