Saturday, July 25, 2020

Pandemi Virus Corona dan Segala Dampaknya Bagi Keluarga Saya

Pandemi Virus Corona
Pic by Canva.
Sejak virus Corona mulai masuk ke Indonesia maka seketika saya merasa sedih karena semakin hari semakin bertambah orang-orang yang terkena virus Corona. Maka dari itu virus Corona membuat suasana dan keadaan menjadi menakutkan.

Saat ini ada banyak orang yang mengatakan pandemi virus Corona. Lalu, apakah kalian sudah tahu apa itu pengertian pandemi? Menurut informasi yang saya dapatkan dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) maka Pengertian Pandemi adalah wabah penyakit yang menjangkiti dimana-mana dalam daerah geografi yang luas.

Pandemi virus Corona saat ini masih membuat saya harus waspada untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan karena virus Corona sangat mudah menyebar dan menular melalui cairan seperti saat kita bersalaman dengan orang lain. Dan berikut ini adalah segala dampak pandemi virus Corona bagi keluarga saya yaitu,

1. Kondisi Keuangan Keluarga Terpuruk

Sejak salah satu warga Kabupaten Kendal terkena virus Corona maka hal tersebut berdampak bagi keluarga saya karena beberapa pasar di Kabupaten Kendal sepi oleh para pembeli karena para pembeli takut akan terkena virus Corona saat akan pergi ke pasar.

Karena beberapa pasar di kabupaten Kendal sepi oleh para pembeli maka keluarga saya pun merasa sedih karena harga sayur bayam yang ditanam keluarga saya terjual dengan harga yang sangat murah. Jika dulu sebelum ada virus Corona maka harga satu ikat bayam yaitu lima ribu Rupiah. Maka berbeda saat ada pandemi virus Corona karena harga bayam menjadi turun drastis yaitu seribu Rupiah untuk satu ikat bayam. Harga bayam pun semakin terpuruk saat beberapa pasar di kabupaten Kendal harus tutup selama tiga hari karena ada penyemprotan desinfektan demi memutus rantai penyebaran virus Corona.

Selain itu, kakak saya yang merupakan buruh pabrik di salah satu pabrik di daerah Kaliwungu Kendal pun merasakan dampak buruk karena adanya virus Corona ini yaitu hanya bisa bekerja selama dua minggu saja selama satu bulan. Maka dari itu gaji pokok yang kakak saya terima hanya setengah saja dari biasanya karena hanya bekerja selama dua minggu saja selama satu bulan.

2. Takut untuk Bepergian Jauh

Semenjak adanya virus Corona maka saya dan keluarga saya takut untuk bepergian jauh. Misalnya saja kakak ketiga saya yang takut untuk pergi ke Jakarta. Dan saya pun merasa takut dan was-was bila harus bepergian ke luar kota Kendal sehingga saya hanya di rumah saja demi memutus rantai penyebaran virus Corona.

3. Lebih Banyak Menghabiskan Waktu #DiRumahAja

Karena adanya pandemi virus Corona ini maka saya dan keluarga banyak menghabiskan waktu di rumah saja karena kakak saya diliburkan kerja dan sayur bayam yang harganya terus menurun. Maka dari itu saat keluarga saya di rumah saja ini maka kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk lebih dekat dengan sesama anggota keluarga.

4. Semakin Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Karena takut akan tertular dengan virus Corona maka saya dan keluarga saya menjadi lebih menjaga kebersihan dan kesehatan. Misalnya saja setiap hari saya rutin mencuci baju dan setiap satu minggu sekali menyetrika baju. Selain itu, keluarga saya pun harus menutup mulut saat batuk atau bersin.

Saya dan keluarga saya pun harus memakai masker saat hendak bepergian. Dan saya juga selalu mengingatkan diri saya sendiri untuk selalu membawa hand sanitizer saat bepergian agar tangan bersih terhindar dari virus, bakteri, dan kuman.

5. Lebih Peduli Kepada Sesama

Sudah sejak dulu ibu saya dan kakak saya selalu mengingatkan saya untuk lebih peduli kepada sesama dengan cara berbagi sedikit rejeki yang kita punya kepada para tetangga dan orang-orang yang membutuhkan bantuan dan pertolongan.

Maka dari itu, sejak pandemi virus Corona maka saya dan keluarga saya berbagi sedikit rejeki dengan membagikan jajanan kepada para tetangga karena bukan hanya keluarga saya saja yang mengalami keuangan keluarga terpuruk. Para tetangga saya juga mengalami hal tersebut karena banyak yang diliburkan dari tempat kerja dan usaha-usaha milik tetangga saya itu sepi oleh pembeli.

Itulah segala dampak adanya pandemi virus Corona bagi keluarga saya. Semoga kita semua tetap sehat selalu. Jangan lupa tetap jaga kebersihan dan kesehatan serta jangan lupa juga untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi!

14 comments:

  1. wah turut prihatin mbak
    memang sektor ekonomi langsung terhantam
    ketakutan orang belanja di pasar tradisional tetap ada meski tak semuanya

    dan pabrik sudah mulai mengurangi produksinya

    semoga pandemi ini segera berlalu
    amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga keadaan semakin baik dan pandemi Virus Corona segera berakhir. Tetap jaga kebersihan dan kesehatan juga ya!

      Delete
  2. Rasanya hanya sedikiiittt sekali orang yang ekonominya tidak berdampak akibat corona ini.
    Mungkin cuman pemilik aplikasi yang masih bisa bernafas lega, meskipun akhirnya mereka diserang dari mana saja.
    Kayak zoom, karena dia naik daun, berbagai isue mendekatinya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga pandemi Virus Corona segera berakhir karena semua orang merasakan dampaknya terutama di bidang ekonomi dan pendidikan.

      Delete
  3. alhamdulillah, masih ada rasa syukur di balik keterpurukan ini mbak, tetap semangat dan semoga ada alternatif lain untuk perekonomian sehingga semua akan baik baik saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga keadaan semakin membaik. Diambil hikmahnya aja kali ya. Kalau sedih melulu tambah pusing soalnya. Harus happy biar nggak pusing.

      Delete
    2. iya betul, saya sering hampir tiap hari lihat update di kabupaten klaten malah jadi kepikiran ... ini mau potong rambut aja abis liat tadi malam tambah 7 gak jadi ptong akhirnya

      Delete
    3. Aku pun belum berani potong rambut ke salon karena adanya pandemi virus Corona. Mau kemana-mana jadi takut dan akhirnya lebih milih di rumah aja.

      Delete
  4. Sedih ya Mba. Semoga pandemi ini cepat berlalu yaa.. Jadi ekonomi kembali bisa normal kembali. Kalau kita sebagai buyer malah sempat mengalami harga pd naik semia pas awal pandemi, terutama buah2an. Untj g sekarang udah mulai normal kembali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bumbu dapur dan sembako pun naik pas awal-awal pandemi virus Corona ini. Semoga pandemi virus Corona segera berakhir.

      Delete

  5. Yang paling terasa emang dampak ekonomi ya, Mbak. Aku juga merasakannya. Sebagai pedagang yang bukan makanan, penjualan jadi jadi sepi. Tapi tetap harus memuat otak untuk bertahan. Semangat mba, semoga pandemi cepat berlalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Semoga pandemi Virus Corona segera berlalu ya agar keadaan ekonomi tidak semakin memburuk.

      Delete
  6. Ikut prihatin ya mba. Akupun sangaaat berharap pandemi ini cepet berlalu. Krn semua orang terkena kok dampaknya :(.

    Walo memang ada perusahaan yg tetep membayar full gaji kepada karyawannya, tp aku tau targetnya juga ga berkurang, malah bertambah utk bisa menutup cost.

    Aku juga sedih kalo melihat banyak pedagang sktr kantorku pada curhat dagangan mereka jauuuh berkurang omsetnya. Pegawai2 kantor yg biasa beli skr takut. Tapi disaat seperti ini, semua org harus saling tolong dan support. Mungkin yg gajinya tidak terpengaruh dengan pandemi, bisa memberikan infaq yg LBH untuk orang2 seperti mereka, ato sekedar membeli dagangannya dan melebihkan bayaran. Sekecil apapun itu, aku tau pasti sangat menolong mereka :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, intinya saling membantu gitu ya. Harga sayur bayam pun terus menurun dan bikin kondisi keuangan keluargaku semakin memburuk. Semoga pandemi Virus Corona segera berlalu.

      Delete