Sabtu, Januari 05, 2019

3 Tips Mudah Memanfaatkan Barang Bekas Berkualitas

Tips Mudah Memanfaatkan Barang Bekas Berkualitas
Edited by Farida Asadi


Terkadang saya merasa sedih apabila saya sudah membeli suatu barang namun saya tidak menyukai barang tersebut dan akhirnya barang tersebut menjadi barang yang tak berguna dan membuat saya kecewa karena uang saya habis saat saya sudah membeli barang tersebut.


Contohnya begini, waktu itu ada model jilbab terbaru yang belum saya punya. Karena saya belum mempunyai jilbab tersebut akhirnya saya memutuskan untuk membeli jilbab tersebut. Tapi apa daya setelah saya membeli jilbab terbaru tersebut ternyata jilbab tersebut tidak cocok untuk saya dan disitulah saya merasa sedih karena pada akhirnya jilbab tersebut tidak pernah saya pakai sama sekali.

Sebenarnya tidak hanya itu saja. Beberapa kali saya pun membeli beberapa barang seperti tas, make up, dan novel karena saya hanya tergiur dengan diskon yang membuat saya lapar mata. Yang tadinya ingin irit karena berbelanja sedang ada diskon namun malah kecewa karena barang yang dibeli ternyata tidak membuat saya bahagia dan hanya membuat saya sedih karena uangnya sudah habis.

Selain itu, pernah pula saya membeli barang yang masih awet sampai sekarang ini namun ternyata membuat kamar saya sesak seperti beberapa koleksi bross dan novel. Kadang ibu saya mengatakan kalau sebaiknya buku-buku yang saya punya sebaiknya dijual kepada pengumpul barang bekas di kampung saya. Tapi saya masih tidak mau kalau buku-buku itu saya jual kepada pengumpul barang bekas karena nantinya buku-buku itu hanya akan menjadi kertas pembungkus makanan saja apabila saya jual kepada pengumpul barang bekas tersebut.

Maka dari itu saya ingin berbagi pengalaman saya seputar bagaimana saja cara saya memanfaatkan barang bekas yang saya punyai dan inilah tips-tips tersebut :

1.     Mendaur Ulang Barang Bekas Berkualitas

Pasti kalian mempunyai barang bekas berkualitas yang masih bisa dimanfaatkan dengan cara mendaur ulang. Saya pun beberapa kali mendaur ulang beberapa barang bekas berkualitas yang saya miliki. Lalu, barang bekas berkualitas apa yang pernah saya daur ulang?

Contohnya seperti ini, saya mempunyai baju bekas yang ternyata kainnya masih bagus dan baju tersebut ternyata sudah tidak muat lagi di badan saya. Maka munculah ide untuk membuat bross bentuk pita dari baju bekas tersebut dengan cara dipotong-potong dan menambahkan pita serta peniti. Dan inilah penampakan dari bross bentuk pita dari baju bekas hasil kreasi tangan saya,
Bross dari Kain Perca
Kain Baju Saya yang Masih Bagus dan Sudah Tidak Terpakai Bisa Dibuat Menjadi Bross dengan Menambahkan Pita dan Peniti. Pic by Farida Asadi.


2.     Menyumbangkan Barang Bekas Berkualitas Kepada Mereka yang Membutuhkan

Saat saya masih kelas 10 SMK pada tahun 2011, saya merasa senang karena saya mendapatkan seragam OSIS dari kakak alumni karena saya tidak mampu membeli seragam OSIS di kala itu dan karena saya tidak ingin membebani ibu saya untuk membeli seragam baru untuk saya. Dan akhirnya saya menabung agar bisa membeli seragam baru saat saya kelas 11 SMK.

Saat saya sudah lulus SMK di tahun 2014, ternyata ada tetangga saya yang membutuhkan seragam OSIS dan akhirnya saya menyumbangkan seragam OSIS SMK yang saya miliki kepada tetangga saya yang membutuhkan. Saat menjelang ujian nasional, adapula tetangga yang membutuhkan beberapa buku tentang ujian nasional maka akhirnya saya menyumbangkan buku-buku tentang ujian nasional yang saya punya untuk tetangga saya yang membutuhkan buku tersebut.

Ternyata kalau mau melakukan kebaikan tidak hanya bisa menggunakan barang baru saja. Nyatanya saya tetap bisa membantu mereka yang membutuhkan dengan menyumbangkan barang-barang  bekas berkualitas yang saya miliki.

3.     Menjual Barang Bekas Berkualitas Melalui Aplikasi Prelo
                                
Memanfaatkan barang bekas berkualitas ternyata bisa menghasilkan uang yang jumlahnya lumayan dengan cara menjual barang bekas berkualitas tersebut melalui aplikasi Prelo atau www.prelo.co.id

Perkenalan saya dengan aplikasi Prelo dimulai sekitar akhir tahun 2017. Melalui aplikasi Prelo ini kalian bisa menjual barang bekas berkualitas yang kalian miliki dengan cara yang mudah dan cepat.

Kalian bisa menjual buku-buku bekas, baju, sepatu, bahkan sampai barang elektronik yang masih dalam kondisi baik. Aplikasi Prelo ini bisa menjadi solusi kalian saat ingin menambah uang tambahan dengan menjual barang bekas yang kalian miliki melalui aplikasi Prelo.

Itulah 3 hal yang saya lakukan dalam memanfaatkan barang berkualitas yang saya miliki. Bagaimana dengan kalian sobat? Apa saja yang sudah kalian lakukan dalam memanfaatkan barang bekas berkualitas yang kalian miliki?

23 komentar:

  1. Untuk preventif alias mencegah tumpukan barang bekas, skrg lg belajar nerapin gaya hidup minimalism. Jadi beli barang ya emg yg dibutuhin aja. Barang bekas aku biasanya dilungsurin ke adek, karena masih bagus :D

    BalasHapus
  2. Kayaknya pernah denger Prelo emang banyak banget yang menjual barang bekas. Kadang aku juga nyari buku di Prelo, di saat di toko buku besar sudah tidak ada yang jual. Barangkali di Prelo malah ada yang jual.

    BalasHapus
  3. Ah, bisa ya dijual di Prelo. Malah baru tau nih. Punya abanyak barang bayi gak kepake masih bagus juga. Kadanh buat kado tapi kan gak banyak yang berkenan dapat kado barang second meski masih bagus banget, dipake gak lama.

    BalasHapus
  4. Aku belom pernah jual barang di prelo nih walau udah pernah install. Kayaknya mau coba deh, soalnya banyak banget barang numpuk

    BalasHapus
  5. aku tim lebih banyak menyumbangkan pakaian bekas mba belum pernah hehehe kalau beli buku bekas aku suka dibanding beli yang palsu

    BalasHapus
  6. Paling banyak barang bekas yang ada di rumahku itu adalah botol minuman, Mbak. Karena ibuku langganan minuman dengan PH tinggi itu lho. Pengen banet dibuat apa gitu tapi kok ya belum ada ide.

    BalasHapus
  7. Saya termasuk yang gak gengsi pakai barang bekas. Makanya suka lihat juga barang di Prelo. Malah senneg kalau dapat barang bekas yang masih bagus, tetapi harganya terjangkau

    BalasHapus
  8. aku paling sering dilungsurin or dijual lagi. Suamiku yang suka bantu karena aku sering ngga punya waktu. Tapi sekarang banyak app yang bisa bantu yaaa

    BalasHapus
  9. Kalau saya, barang yang sudah tidak terpakai, coba ditawarkan dahuluu untuk keluarga terdekat. Setelah itu, suka dikasihin ke linkjungan lainnya. Belum berani menjualnya, sih!

    BalasHapus
  10. Barang bekas di rumah ada banyak karena suamiku kerjaannya kan bawa pulang barang bekas. Ntar kalo sedang bersih2 bisa disortir dan dijual. Lumayan karena pernah dapat duit hampir 2juta. Barangnya macam kabel, besi, pintu2 bekas. Kalo pakaian bekas, suka aku kasih mbakyuku buat dibagikan pada tetangga. Kapan2 mau juga deh jual baju yang jarang dipakai tapi masih bagus karena kesempitan di Prelo

    BalasHapus
  11. Wah boleh juga ya idenya jual barangbekas lewat prelo, aku kadang numpuk trus dibagi-bagi kalau ada yang mau

    BalasHapus
  12. Udah tahu lama Prelo ini. Tapinya belom pernah nyoba. Selama ini punya barang bekas ini aku jual garsel di grup alumni kuliah. Kayaknya kudu nyoba deh Prelo ini.

    BalasHapus
  13. Iy mulai dari sekarang harus memilah sampah/batang bekas yg bisa fi daur ulang apa gk.. keren idenya Prelo.. smoga bnyk yg bs mencotoh ya

    BalasHapus
  14. MasyaAllah, semangat terus berbagi dan berkreasi ya Mba. Keren jadi bros pita ya. Terus Prelo ini aku malah baru tahu Mba, keren ya bisa jual barang bekas. Siapa tahu ada yang membutuhkan. Keren

    BalasHapus
  15. Sejak kenal konmari lifestyle aku jadi suka bongkar2 barang tidak terpakai tapi suka bingung mau diapain, tips ini boleh nih dipakai

    BalasHapus
  16. Bagus mba brosnya, dulu ibuku memanfaatkan barang bekas pakaian gitu buat sprei warna-warni cantik banget. Padahal dijahit pakai tangan loh, telaten banget. Aku suka tapi kayaknya gak sanggup wkwkkw

    BalasHapus
  17. Aku belum pernah jual barang bekas kecuali hape, kalo barang fashion biasanya dikasih2 ke sodara malahan euy. Tapi kalo beli baju preloved sih sering. Haha. Nti coba intip Prelo jg ah

    BalasHapus
  18. Oalah, aku kok lupa kalau punya akun Prelo yaaa... Thanks lho Farida, aku jadi inget kalau punya akun ini. Sekitar setahun yang lalu suka beli-beli barang preloved yang masih bagus di Prelo.

    Kenapa enggak kepikiran untuk menjual barang prelovedku di situ yaaa... Mau aktifin lagi ah akun Preloku.

    BalasHapus
  19. Makasih kak. Aku jadi inget buat bonhkar bongkar lemari, keluarin baju baju yg masih bagus tp udh ga muat hiks untuk di prelov in

    BalasHapus
  20. Aku beberapa kali jual barang bekas di Prelo, lumayan banget banyak yang laku melalui Prelo.

    BalasHapus
  21. Aku memilih opsi menyumbangkan, Mba. Kalau untuk daur ulang ku tydac telaten. Hehe.

    Pas masih tinggal di Palopo, ada komunitas Muda Peduli Dhuafa. Mereka selalu mengumpulkan barang2 bekas berkualitas untuk disumbangkan atau dijual lagi dengan harga murah dan hasil penjualannya dikasih ke dhuafa.
    Enaknya lagi, mereka bisa jemput barangnya di rumah kita :)

    BalasHapus
  22. Kalau jual barang bekas secara online aku sering kesal mba, karena nawarnya pada sadis banget. Mungkin harus coba Preloved, kali aja usernya lebih manusiawi :D

    BalasHapus
  23. aku sama seperti mba. Kalau baju2, aku biasanya kasih ke orang yang lebih membutuhkan. Aku belum pernah coba jualan barang bekas di prelo sih. Mau coba deh kalau ada barang ga terpakai lagi.

    BalasHapus

Popular Post