Kamis, November 22, 2018

[Book Review] : After Wedding - Pradnya Paramitha

Edited by Farida Asadi

Pertama kali membaca novel ini adalah tahun lalu yaitu tahun 2017. Kenapa saya membaca novel ini? Karena saya penasaran dengan ceritanya. Apalagi novel ini sering direview oleh para blogger buku. Oke, baiklah maka kali ini saya juga akan mereview novel yang berjudul After Wedding karya Kak Pradnya Paramitha. Sebelum mereview novel ini sebelumnya saya sudah mereview novel Secangkir Kopi dan Pencakar Langit karya Kak Aqessa Aninda.


đź’•Identitas Bukuđź’•

Judul Buku : After Wedding

Penulis : Pradnya Paramitha

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : Cetakan Pertama,Tahun 2016

ISBN : 978-602-02-9860-3

Jumlah Halaman : 452 Halaman

Harga : Rp. 79.800

Rating : ♡♡♡♡

đź’•Sinopsisđź’•

“Jadi, saya mencari perempuan yang bersedia saya nikahi,” Rad memberi jeda satu tarikan napas, “tanpa cinta.”

Reya Gayatri tak pernah menduga bahwa keputusannya menikah dengan celebrity chef Radina Alief Pramoedya merupakan keputusan paling gila dalam hidupnya. Selama 30 tahun, Reya terbiasa dengan hidup yang tertata. Tetapi, kini, hidup dosen muda di jurusan Ilmu Politik itu terasa seperti roller coaster.

Sebagai public figure, Rad terbiasa bertemu dengan berbagai macam orang dan tahu bagaimana cara berhadapan dengan mereka. Tetapi, tidak untuk Reya. Rad jadi sering kewalahan dan menghela napas frustrasi bahkan sejak malam pertamanya.

Rad juga tidak menyangka, perlahan-lahan, kehadiran Reya mengancam segenap benteng pertahanan diri atas cinta juga menggoyahkan janji pada masa lalu yang ia ikrarkan sendiri.

Jangan jatuh cinta pada saya. Maka, kamu akan baik-baik saja. (Rad)

Mereka tidak menikah karena dipaksa. Ini adalah keputusan bersama. Tetapi, ternyata pernikahan bukan hanya soal menggelar resepsi dan perubahan status suami istri saja. Sanggupkah Rad dan Reya mempertahankan keputusannya?

đź’•Review Bukuđź’•

Reya Gayatri. Itulah namanya, biasa dipanggil Reya. Umurnya sudah dewasa yaitu 30 tahun. Reya Gayatri adalah wanita yang suka membaca buku tapi tetap cantik dengan gaya berpakaiannya yang fashionable.

Reya memiliki kekasih yang bernama Hario yang sangat disayangi selama lima tahun mereka berpacaran. Namun apa jadinya jika Hario berselingkuh dengan seorang wanita dan wanita tersebut adalah salah satu sahabat Reya? Dimana letak hati nurani Hario yang sudah berani mengkhianati Reya dan memilih berselingkuh dengan sahabat Reya?

Reya merasa sangat marah atas kejadian tersebut hingga Andini & Gesank yang merupakan sahabat dekat Reya mengusulkan agar Reya melanjutkan hidup dan melupakan Hario karena Hario tidak pantas memiliki cinta Reya seutuhnya. Hingga kemudian Reya bertemu dengan Rad.

Setelah bercakap-cakap dengan Reya, Rad langsung saja melamar Reya dan ingin menikahi Reya. Namun, Rad tidak bisa menikah dengan Reya karena cinta. Karena bagi Rad akan bahaya jika Rad & Reya menikah karena cinta. Lantas apa alasan Rad mengajak Reya menikah? Akankah Reya bersedia menikah dengan Rad walau tanpa adanya cinta?

Radina Alief Pramoedya. Seorang pria yang berusia 33 tahun dan berprofesi menjadi seorang celebrity chef yang sering wara-wiri di layar televisi. Banyak orang yang mengagumi Chef Rad karena Chef Rad tampan dan menawan seperti orang Jepang. Chef Rad sangat menyayangi neneknya hingga neneknya memberi waktu dua bulan agar Rad segera menikah.

Suatu ketika Chef Rad bertemu dengan seorang wanita bernama Reya. Setelah bercakap-cakap dengan Reya, Rad langsung saja melamar Reya dan ingin menikahi Reya demi memenuhi keinginan neneknya. Tapi Rad menikahi Reya tanpa adanya cinta karena Rad harus selalu ada dan bertanggung jawab kepada masa lalu kelamnya karena Rad berjanji akan selalu ada dan melindungi dua orang yang ada di dalam masa lalunya.

Siapakah dua orang yang menjadi tanggung jawab Rad di masa lalu? Akankah Reya menikah dengan Rad dan hidup bahagia? Ataukah Rad akan kembali menerima dan bertanggung jawab penuh akan dua orang di masa lalunya?

Berawal dari membaca beberapa bab cerita After Wedding di wattpad akhirnya saya bisa juga membaca novelnya. Dari judulnya bisa disimpulkan bahwa novel ini tentang pernikahan. Dari sampul novel pun juga sudah terlihat cantiknya mempelai wanita dengan gaun pengantin berwarna putih dan beberapa bunga tertata indah di rambut pengantin wanita tersebut. Saya juga merasa tertarik karena cover novelnya yang unik.

Membaca novel ini saya seperti berpetualang dan menebak-nebak bagaimana kisah selanjutnya dalam setiap babnya. Novel ini seperti menceritakan kejadian dalam kehidupan sehari-hari seperti diomeli karena umur sudah sangat dewasa tapi belum menikah.

Di dalam novel ini, penulis yaitu kak Pradnya Paramitha mengajak pembaca untuk melihat sosok Reya yang selalu tangguh, gigih dan percaya diri dalam menempuh pendidikan dan kariernya. Novel ini asik dibaca dan saya ingin buru-buru selesai membaca novel ini karena memang ceritanya menarik.

Tidak hanya menarik dalam jalan ceritanya saja. Namun ada beberapa hal yang membuat saya suka dan kagum dengan novel ini yaitu salah satu daerah di kota saya yaitu Plantungan menjadi latar tempat dalam novel ini yaitu saat Reya dan para rekan-rekannya melakukan penelitian di area penjara atau rumah tahanan di Plantungan, Kendal, Jawa Tengah.

Hal ini mengingatkan saya akan Plantungan yang sejuk karena memang daerah pegunungan atau dataran tinggi dan saya juga pernah melihat secara langsung rumah tahanan atau penjara yang ada di Plantungan tersebut. Namun yang paling berkesan dari Plantungan adalah salah satu daerah favorit untuk dijadikan tempat kemah bersama seperti Bumi Perkemahan Jodhipati Plantungan dan Desa Kediten.

Saat SMP & SMK saya juga pernah mengikuti kemah bersama di Plantungan. Baru kali ini dan untuk pertama kalinya saya membaca novel dengan salah satu latar tempat di Plantungan Kendal yang merupakan kota dimana saya dilahirkan dan dibesarkan serta kota yang saya tempati saat ini.

Selain itu ada juga makanan favorit saya yang juga dibahas dalam novel ini yaitu makanan Buntil. Buntil adalah salah satu makanan yang sering dibuat oleh ibu saya dan saya menyukainya. Buntil adalah makanan yang terbuat dari daging kelapa dan ikan teri lalu dibungkus daun pepaya. Membaca novel ini membuat saya lapar dan ingin segera makan nasi dengan lauk Buntil.

Dari segi kata dan kalimat dalam novel ini mudah dicerna dan dipahami oleh pembaca. Namun jumlah halaman dalam novel ini terlalu banyak dan ada beberapa part yang tidak begitu penting seperti kisah Gesank & Andini yang dibahas di dalam novel ini. Padahal Gesank & Andini bukanlah tokoh utama di dalam novel ini.

Walaupun novel ini adalah novel seputar dunia pernikahan namun tidak melulu tentang hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan. Novel ini saya rekomendasikan untuk para pecinta novel bergenre romance yang sudah menikah atau yang belum menikah agar bisa menjadi pribadi yang kuat dan tangguh terutama para wanita muda untuk menjadi wanita yang mempunyai pendidikan tinggi, sukses dengan karier dan tentunya jika sudah menikah tidak lupa tugasnya menjadi seorang istri dan seorang ibu.

Pesan yang saya dapatkan setelah membaca novel ini adalah saat kita sedang marah atau sebal jangan mengambil keputusan yang sembarangan karena saat emosi sedang meledak-ledak dan mengambil keputusan yang salah malah akan membuat suasana semakin tidak karuan.

Nilai Pendidikan yang ada di dalam novel ini yaitu menjadi perempuan bukan berarti kita hanya harus menjadi ibu rumah tangga dan mengurus suami dan anak saja. Perempuan juga harus berpendidikan tinggi, punya karier yang bagus karena wanita bukan hanya di dapur dan di sumur. Seorang wanita akan menjadi ibu untuk anak-anaknya yang bisa menjadi guru dan panutan anaknya. Maka dari itu seorang wanita juga harus berpendidikan tinggi.

Adapula nilai sosial yang ada di dalam novel ini yaitu alangkah baiknya kita menolong orang yang ingin mencari kerja seperti Reya yang menyuruh salah satu mantan mahasiswanya agar menjadi asisten Rad.

Sedangkan nilai budaya dari novel ini banyak menggunakan Bahasa Jawa karena Reya (tokoh utama dalam novel ini) adalah seorang wanita kelahiran Sleman, Yogyakarta.

đź’•Kalimat Favoritđź’•

Kenangan memang sering menjebak. Tapi, sebaiknya kenangan tetap jadi kenangan. Jangan diubah jadi harapan. Jadikan pelajaran. Kalau lo mengubah kenangan jadi harapan, selamanya lo jalan di tempat. Nggak maju-maju. - Hal 14

Menurut gue, manusia hanya butuh cinta dan dia akan bahagia. Cinta bisa menjaga sebuah hubungan dua orang. Cinta bisa membolak-balikkan keadaan. Hidup susah, asalkan dijalani bersama cinta, jadinya akan tetap bahagia - Hal 14 & Hal 15


Ketika sebuah hubungan dilandasi oleh cinta, hubungan itu akan tahan banting. Cinta adalah senjata untuk menghadapi segala macam situasi. Susah senang, semua bukan masalah selama masih ada cinta - Hal 16


Cinta bisa datang dan pergi. Cinta bisa menghilang dengan begitu tiba-tiba, sama seperti kedatangannya yang juga kadang tiba-tiba. Jadi, bagaimana kita menjadikan sesuatu yang serba nggak pasti itu sebagai tolok ukur? - Hal 17


Komitmen itu artinya janji, bukan? Sebuah janji untuk menepati atau melakukan apa yang telah disepakati. Rasanya aneh sekali jika sebuah komitmen didasari oleh hal setidak pasti cinta. Cinta bisa datang & pergi, tapi komitmen mengharuskan kita mengabaikan itu - Hal 17


Semua orang punya alasan yang kadang nggak harus dipahami oleh orang lain - Hal 37


Cinta adalah momentum yang bisa terjadi berulang-ulang. Jangan menyamakan cinta dengan kehendak untuk bersama seseorang. Karena, pada akhirnya bukan cinta yang membuat kita bersama atau nggak bersama dengan seseorang - Hal 145

24 komentar:

  1. Baca buku novel tuh asiknya bisa dpt banyak pelajaran hidup tanpa merasa digurui ya mba. Salut deh buat penulis yg sukses menyisipkan pesan moral dalam karya

    BalasHapus
  2. wah aku jadi penasaran mbak siapa 2 orangg dari masa lalu yang harus dijaga, jadi aku harus baca b=juag bukunya nh=ig=h

    BalasHapus
  3. Sdh liat banyak yang suka sm karya Pradnya Paramitha. Juga book review di Instagram. Jadi penasaran krn bkm ada yg dipunya

    BalasHapus
  4. Wah jadi pengen baca juga nih novelnya Pradnya.. Ada di tobuk2 kan? Atau harus pesan ke Penulisnya?

    BalasHapus
  5. Novelnya pas banget untuk para penyuka kalimat romantis yaaak. Asyik juga yaaa, menyatukan dua kepribadiaan yang berbeda banget dimasak dalam cerita novel

    BalasHapus
  6. Kalau baca sinopsisnya berasa baca alur cerita drakor yang sering menceritakan pernikahan yang awalnya saling sepakat lalu muncul benih-benih cinta

    BalasHapus
  7. Aku kurang suka novel tapi baca reviewnya Mbak Farida ini kok jadi tertarik ya buat baca novel ini.

    BalasHapus
  8. Kebetulan aku lagi cari novel untuk dibaca pas liburan nanti. Thank you mba atas review bukunya :)

    BalasHapus
  9. Bunda juga jaraaang banget baca novel tp tl kebetulan ada yg minjemin novel yg ini mau deh paksain baca, hehe


    BalasHapus
  10. Penasaran masa lalu si Rad jd pengen baca mba wkwk dan iya buat Reya ngapain jg ngarepin Hario aku gemes klo ada cerita pacar selingkuh sama shabatvsendiri itu sahabat apa bukan *emosi wkwk

    BalasHapus
  11. Udah lama jarangjaran buku novel gini.

    Ngomongin kenangan itu yang bisa membuat kita enggak bisa move on dari masa lalu.

    BalasHapus
  12. Kalimat terakhir yang bikin aku penasaran.

    "Cinta adalah momentum yang bisa terjadi berulang-ulang. Jangan menyamakan cinta dengan kehendak untuk bersama seseorang. Karena,pada akhirnya bukan cinta yang membuat kita bersama atau nggak bersama dengan seseorang."


    Lalu kalau bukan karena cinta...karena apakah?

    BalasHapus
  13. aku juga udah lama ga baca novel, tp beneran, sekalinya baca kayak refresh ya mbak, dan malah dpt insight baru. Kayaknya mayan bikin penasaran tuh ceritanya, dan unik juga digabung dgn latar tempat yg lokal bgt ya

    BalasHapus
  14. Kalimat-kalimat novelnya menohok bangetnya kak jadi penasaran banget pengen baca full novelnya.

    BalasHapus
  15. Ceritanya unpredictable gitu berarti ya mba. Mbak aja yang membaca seakan akan menebak nebak runtut ceritanya

    BalasHapus
  16. Blogger buku... Hehe aku baru denger istilah ini. Btw aku keknya belum pernah ngereview buku deh. Keknya asik juga ya :)

    BalasHapus
  17. aaah itu quotenya banka dan bagus-baguuus ya mba. Aku suka kalau tokoh perempuannya gigih, kuat dan tangguh! Kereeeen pastinya

    BalasHapus
  18. Udah lama nggak membaca Novel nih. Tapi novel Indonesia seperti ini kayaknya jadi referensi aku buat buku selanjutnya ah :)

    BalasHapus
  19. Sewaktu SMA dan kukiah aku suka banget baca-baca novel kayak gini, 1 hari bisa kelar bacanya :)

    BalasHapus
  20. Oh settingnya di Jawa ini ya. Tapi bahasa Jawanya ada terjemahannya gak? Kan yang luar Jawa gak ngerti artinya apa.

    BalasHapus
  21. Saya setuju sama alasan yang nggak harus dipahami orang lain
    Karena tidak semua harus diutarakan.

    BalasHapus
  22. Kok langsung jadi gemes sama Rad sih. Ngebayanging chef ganteng, udah sama persis kayak dunia jaman now dimana banyak orang ngefans sama chef cowok yang sering tampil di layar tipi. Greget banget nih pasti Reya jadi istri Rad.

    BalasHapus
  23. Uda lama banget ni nggak baca novel yang berbau cinta-cintaan, sepertinya perlu ni biar senyam senyum sendiri apalagi ceritanya Reya dan Rad ini unik banget kayanya ya

    BalasHapus
  24. Duh sepertinya keren ya bukunya, saling pinjem buku yug farida. Aq punya bnyak novel jg wkkkkkkk

    BalasHapus

Popular Post