#MenujuIndonesiaMaju Bersama Asian Games 2018

Pic by #AsianGames2018 Edited by Farida Asadi.
Indonesia, negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara dan memiliki sejuta pesona yang tiada duanya. Indonesia juga merupakan tanah kelahiran saya dan sudah 22 tahun ini, saya lahir dan tinggal di Indonesia. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan ini memiliki pesona yang elok dan memukau. Tak hanya itu saja, saya juga bangga akan kebudayaan Indonesia mulai dari adat-istiadat sampai berbagai macam kesenian dan kerajinan.

Kala itu saya merasa bahagia setelah melihat iklan di televisi kalau Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Tentu saja saya merasa bahagia setelah mendengar berita tersebut karena hal ini bisa menjadikan langkah untuk Menuju Indonesia Maju. Lalu apakah kalian sudah tahu apa itu Asian Games? Asian Games adalah event olahraga di kawasan Asia dan juga merupakan sebuah kesempatan mempromosikan pariwisata negara tuan rumah. Ingat, Asian Games itu bukan Asean Games. Jadi, jangan sampai kalian salah informasi.

Asian Games pertama kali diadakan di New Delhi (India) pada tahun 1951 dan kemudian ajang Asian Games diadakan empat tahun sekali. Pada tahun 1962, Indonesia pernah menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta. Di tahun 2018, untuk kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tepatnya di Jakarta-Palembang pada tanggal 18 Agustus 2018 - 2 September 2018. Ajang Asian Games 2018 ini juga menjadi ajang mempromosikan UMKM Indonesia dan pariwisata Indonesia.

Ada banyak sekali cabang olahraga di Asian Games 2018 yang digelar di Indonesia seperti Aquatic, Archery, Athletics, Badminton, Baseball, Softball, Basketball, Bowling, Boxing, Bridge, Canoe (Kayak), Cycling, Equestrian, Fencing, Football, Golf, Gymnastics, Handball, Hockey, Jetski, Judo, Kabbadi, Karate, Martial Arts, Modern Pentathlon, Paragliding, Rowing, Rugby, Sailing, Sepak Takraw. Shooting, Sport Climbing, Roller Sports, Squash, Table Tennis, Taekwondo, Tennis, Triathlon, Volleyball, Weightlifting, dan Wrestling.

Setelah mengetahui Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Maka saya ingin ikut berpartisipasi untuk mendukung Asian Games 2018. Harapan saya terkabul ketika sebulan sebelum Asian Games 2018 digelar, saya akhirnya bisa menghadiri acara yang ikut berpartisipasi mendukung Asian Games 2018 yaitu sharing session (sosialisasi) revolusi mental dalam semarak Asian Games 2018 bersama Netizen di Star Hotel Semarang.

Pada hari Selasa (17/07/2018) saya mengikuti acara yang diadakan dalam rangka mendukung Asian Games 2018 tepatnya di Star Hotel Semarang. Ini merupakan pengalaman pertama saya ke Star Hotel Semarang sekaligus pengalaman yang tak akan pernah terlupakan karena telah turut serta mendukung ajang Asian Games 2018.

Setelah masuk ke lantai 29, para peserta yang hadir disambut oleh kak Yayat sebagai moderator. Ternyata kak Yayat ini seorang blogger, dan ini merupakan momen dimana saya bertemu langsung dengan blogger Jakarta yaitu kak Yayat. Selain kak Yayat, adapula Bapak Ferdiansyah, perwakilan dari Kemenko PMK yang menjelaskan semua tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Saya jadi makin tahu dan makin banyak ilmu setelah mendengarkan dan memahami materi yang disampaikan Bapak Ferdiansyah.

Adapula Bapak Anwari Natari yang menyampaikan bagaimana membuat konten viral yang positif dan kreatif di sosial media. Hal yang paling saya ingat dari materi konten viral yang positif di sosial media tersebut adalah saring dulu sebelum sharing. Ini memang penting sekali karena sekarang ini banyak sekali konten hoax di media sosial yang merugikan masyarakat. Jadi, sebelum menyebarkan konten di media sosial kita harus menyaring dulu sebelum konten tersebut di-sharing karena hal ini bertujuan untuk menghindari konten hoax. Dan yang terakhir adalah Bapak Ahmad Gunawan yang menyampaikan seputar Asian Games 2018.
Netizen Semarang Ikut Mendukung Asian Games 2018. Pic from WAG AG18Jateng.
Lalu bagaimana cara saya ikut mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018? Karena saya aktif di sosial media, maka saya dan netizen Semarang memposting seputar Asian Games di sosial media serentak pada 17 Juli 2018 - 18 Juli 2018. Mulai dari Facebook, Twitter, hingga Instagram dengan hastag #AG18AyoBerubahJateng dan #SemarakTorchRelayJateng. Hastag #AG18AyoBerubahJateng menjadi Trending Topic No. 1 Indonesia pada tanggal 17 Juli 2018 dan hastag #SemarakTorchRelayJateng juga menjadi Trending Topic No.1 Indonesia pada tanggal 18 Juli 2018. Itulah salah satu cara saya dalam rangka mendukung ajang Asian Games 2018.

Apakah kalian sudah tahu apa itu Torch Relay Asian Games 2018? Torch Relay  Asian Games 2018 adalah kirab obor api dalam semarak Asian Games 2018. Torch Relay Asian Games 2018 memakai api yang didatangkan langsung dari India kemudian disatukan dengan api abadi Mrapen di Jawa Tengah. Setelah dari Jawa Tengah, obor api Asian Games 2018 melintasi berbagai kota di Indonesia mulai dari Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Palembang, Banten, Jawa Barat dan yang terakhir adalah Jakarta.

Ada yang menarik dari Torch Relay Asian Games 2018 yaitu desainnya. Desainnya terinspirasi dari Golok dan Skin. Golok dari Jakarta (Betawi) dan Skin dari Palembang. Kedua senjata ini merupakan senjata tradisional yang menjadi simbol dari nilai dan tingkat keberadaan seorang masyarakat yang selalu dijaga dan diasah ketajamannya agar selalu tampil bersinar melahirkan semangat yang bersinar. Spirit dari kedua senjata tradisional warisan budaya leluhur ini menjadikan konsep dasar pembuatan desain Torch Relay ini.
Torch Relay Jateng dalam Semarak Asian Games 2018. Pic from WAG AG18Jateng.
Ternyata tak hanya saya saja yang menyambut gembira dengan adanya Ajang Asian Games 2018. Menteri Kabinet Kerja Indonesia juga menyambut Asian Games 2018 dengan gembira melalui Funbike Sepeda Nusantara 2018. Funbike Sepeda Nusantara diadakan pada Kamis pagi tanggal 9 Agustus 2018. Rute Funbike Sepeda Nusantara yang dilalui yaitu Gedung PTIK-Jl. Munawarman-Jl Senopati-Bunderan Senayan- Jl.Sudirman-Thamrin-Bunderan HI-Patung Kuda dan berakhir di Silang Monas.

Funbike Sepeda Nusantara ini diikuti oleh 1.350 peserta yang terdiri dari komunitas sepeda, klub sepeda, lembaga dan instansi pemerintah, pelajar, perorangan ikut meramaikan ajang Asian Games 2018. Ternyata ada banyak manfaat dari Funbike Sepeda Nusantara ini selain untuk menyambut ajang Asian Games 2018. Apa sajakah manfaatnya? Manfaatnya yaitu membuat tubuh segar, bugar dan sehat. Kalau sudah sehat maka kita akan bahagia. Mengurangi kemacetan dan tentunya mengurangi polusi udara.
Funbike Sepeda Nusantara 2018 dalam Menyambut Asian Games 2018. Pic from www.setkab.go.id
Ada beberapa hal yang patut diacungi jempol dan patut dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia karena Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018, yaitu :

1. Mempertunjukkan Kesenian dan Kebudayaan di Mata Dunia

Semarak Torch Relay Jawa Tengah dalam Asian Games 2018 yang dihadiri oleh Putri Indonesia dengan memakai pakaian adat masing-masing daerah di Indonesia bertujuan untuk memperlihatkan betapa kayanya Indonesia dengan beragam baju adat yang elok dan menarik. Tak ketinggalan pula Opening Ceremony Asian Games 2018 yang memukau seluruh mata yang melihatnya karena kemegahan dan keindahannya. Seperti tarian daerah di Indonesia yang ditampilkan di Opening Ceremony Asian Games 2018. Hal ini bertujuan juga untuk menjadikan Menuju Indonesia Maju dengan mempertunjukkan kesenian dan kebudayaan Indonesia kepada seluruh dunia. Dan adapula penampilan penyanyi berbakat Indonesia yaitu Via Vallen yang menyanyikan lagu official Asian Games 2018 yaitu Meraih Bintang dan membuat suasana Opening Ceremony Asian Games 2018 makin meriah.
Ibu Puan Maharani dan Putri Indonesia di Torch Relay Jateng dalam Semarak Asian Games 2018. Pic from WAG AG18Jateng.
2. Menunjukkan Bakat dan Prestasi Indonesia Melalui Ajang Asian Games 2018

Hingga pada tanggal 2 September 2018, Indonesia menduduki peringkat ke Empat di Ajang Asian Games 2018 dengan perolehan 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu. Istimewa sekali kan? Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki prestasi di bidang olahraga dan Indonesia memiliki atlet-atlet terbaik yang bisa menjadikan Menuju Indonesia Maju karena prestasi di bidang olahraga.
Pic from asiangames2018.id
Saya kagum dengan atlet taekwondo yang meraih medali emas yaitu Defia Rosmaniar yang ternyata masih muda dan seumuran dengan saya yaitu lahir pada 25 Mei 1995. Selain itu, Defia juga memakai hijab dan ini membuat saya kagum karena wanita berhijab juga bisa menjadi atlet kebanggaan Indonesia. Defia Rosmaniar bisa menjadi teladan dan contoh bagi anak muda Indonesia karena sudah berprestasi mengharumkan nama Indonesia. Defia Rosmaniar juga merupakan atlet Indonesia yang meraih medali emas pertama kali pada ajang Asian Games 2018.
Defia Rosmaniar, Atlet Taekwondo dari Indonesia yang Meraih Emas pada Ajang Asian Games 2018. Pic from Instagram @defiarosmaniar
3. Menunjukkan Rasa Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia Melalui Ajang Asian Games 2018

Pada saat Opening Ceremony Asian Games 2018, saya dan keluarga besar saya menggelar nobar (nonton bareng) Opening Ceremony Asian Games 2018 tepatnya di rumah ibu saya melalui layar kaca. Seluruh keluarga saya sangat antusias sekali dengan ajang Asian Games 2018. Bahkan, jika setiap harinya ada waktu luang maka kami sekeluarga akan melakukan nobar Asian Games 2018 melalui televisi. Dan yang sering kami saksikan adalah pertandingan badminton karena memang keluarga kami menyukai olahraga badminton.

Warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke juga mendukung para atlet Indonesia yang bertanding di ajang Asian Games 2018 dan ini menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan Indonesia tanpa pandang suku, budaya dan agama karena kita satu, kita Indonesia. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua, Bhineka Tunggal Ika. Kalau kita bersatu dan terus maju maka Menuju Indonesia Maju untuk melangkah ke depan.

Bhineka Tunggal Ika juga menjadi inspirasi dalam maskot Asian Games 2018. Ada 3 maskot Asian Games 2018 yaitu Bhin-Bhin, Atung, dan Kaka. Bhin-Bhin adalah seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang melambangkan strategi. Bhin-Bhin memakai rompi dengan motif Asmat dari Papua.  Atung adalah seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang melambangkan kecepatan. Atung memakai sarung dengan motif Tumpal dari Jakarta. Kaka adalah seekor Badak Bercula Satu (Rhinoceros Sondaicus) yang melambangkan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif khas Palembang.

Inilah pendapat saya tentang Menuju Indonesia Maju Bersama Asian Games 2018. Bagaimana pendapat kalian?
Maskot Asian Games 2018. Pic from asiangames2018.id

Referensi Gambar & Tulisan :

www.asiangames2018.id [diakses pada tanggal 2 September 2018]

www.instagram.com/defiarosmaniar [diakses pada tanggal 2 September 2018]

www.setkab.go.id [diakses pada tanggal 2 September 2018]

Komentar

  1. Sebenernya dulu sempet nggak tertarik sama Asian Games 2018, tapi pas berjalan ternyata lumayan seru dan malah nggak mau ketinggalan semua beritanya. Mantap deh buat semua yang terlibat di event ini.

    Btw baru tau obornya ternyata di desain dari golok sama skin, berarti setiap event unik yah bentuk obornya? nggak pernah merhatiin euy. Btw nice infonya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Kakak kurang update info berarti soal Asian Games 2018.

      Hapus
  2. Ya ampun, Asian games sudah berakhir dan saya sekalipun gak pernah nyaksikan tayangannya meski di TV hahaha.
    Untungnya berteman dengan banyak blogger yang update sekalu mengenai Asian Games :D

    Bahkan opening dan closingnya gak sempat nonton gegara anak lagi ujian hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga si adek saat ujian lancar semua ya mbak Rey.

      Hapus

Posting Komentar

Popular Post

#BukaInspirasi Bersama Nyi Penengah Dewanti

Mengenalkan Teknologi Pada Anak Sejak Usia Dini, Yay Or Nay?

Cuma 9 Rupiah, Naik Bus Trans Semarang Bayar Pakai Go Pay