Klub Merby, Wisata Budaya dan Wisata Edukasi yang Asik untuk Dikunjungi

Salah Satu Spot Foto Instagramable di Klub Merby. Pic by Farida Asadi.
Klub Merby, setelah mendengarnya saya langsung berfikir kalau Klub Merby adalah toko buku. Namun, setelah saya datang berkunjung ke Klub Merby, ternyata Klub Merby bukan hanya toko buku.  Namun, di Klub Merby inilah saya banyak belajar, terutama mengenai banyak hal tentang kebudayaan Indonesia.

Waktu itu saya dan beberapa blogger Semarang berkesempatan berkunjung ke Klub Merby. Sesampainya di Klub Merby, kami mengisi daftar hadir terlebih dahulu dan kemudian kami diberi souvenir satu persatu. Ada berbagai macam souvenir yang dipilih dan kebanyakan adalah mainan anak (dolanan anak). Saya memilih souvenir topi yang unik karena bentuknya seperti kipas. Topinya cocok sekali untuk liburan ke pantai kalau sedang kepanasan.

Setelah memilih souvenir, saya langsung melihat beraneka macam gambar hasil karya anak didik Klub Merby. Gambarnya bagus dan warni-warni. Warnanya dari krayon dan melihat gambar-gambar tersebut mengingatkan masa SD-SMP, dimana saya suka menggambar dan mewarnainya dengan krayon.
Aneka Gambar Hasil Karya Anak Didik Klub Merby. Pic by Farida Asadi
Eh, sobat sudah tahu belum sih apa itu sebenarnya Klub Merby ini? Klub Merby adalah wisata budaya dan wisata edukasi yang beralamat di Jalan Mataram No. 653 Semarang. Lalu, hal apa saja nih yang bisa dipelajari di Klub Merby? Di Klub Merby, kita bisa belajar membatik, membaca batik, belajar memakai sarung dan ikat kepala dari kain batik, merangkai janur, hingga mewarnai.

Setelah melihat gambar-gambar karya anak Klub Merby, saya pun melanjutkan untuk melihat sumur dan becak serta ada beberapa wayang yang dipajang. Di Klub Merby, saya seperti sedang berada di rumah saya sendiri karena nuansanya seperti di pedesaan dengan adanya becak dan sumur air.

Kemudian para blogger berkumpul dengan didampingi oleh Mbak Krisna. Mbak Krisna banyak menjelaskan tentang Klub Merby. Klub Merby bukan hanya sekedar wisata edukasi saja. Klub Merby juga turut serta mengajak anak-anak mencintai budaya Indonesia seperti membuat batik. Mbak Krisna juga menjelaskan seputar Salam Semarang yang mempunyai banyak makna dan bisa membuat seorang manusia menjadi pribadi yang lebih baik.
Mbak Krisna Memberi Penjelasan Seputar Klub Merby dan Salam Semarang. Pic by Farida Asadi.
Selanjutnya adalah membaca batik dan masih bersama Mbak Krisna. Sebelum sesi membaca Batik dimulai, kami para blogger disuguhi dengan secangkir jamu Kunir Asem. Cangkirnya pun unik dan terbuat dari bahan alami yaitu batok Kelapa. Saat membaca batik kita harus jeli melihat motifnya dan ternyata ada banyak sekali jenis motif batik dari seluruh Nusantara seperti Batik Sidomukti, Batik Parang dan masih banyak lagi.
Mbak Nurul Ikut Mengikuti Tutorial Memakai Kain Batik. Pic by Farida Asadi
Setelah sesi membaca batik selesai, maka sesi selanjutnya adalah sesi tutorial memakai sarung dari kain batik. Ada banyak sekali model yang bisa kita coba saat mengenakan sarung dari kain batik mulai dari model berbentuk rok sampai model berbentuk celana . Kain Batik juga bisa digunakan untuk ikat dan penutup kepala dan salah satu perwakilan dari kami yaitu Mas Deta memakai kain batik untuk ikat dan penutup kepalanya.

Setelah sesi tutorial memakai kain batik selesai. Maka selanjutnya adalah saya melihat ada berbagai macam koleksi kain batik, topeng, hingga dolanan anak (mainan anak) yang ada di Klub Merby. Adapula perangko dan uang zaman dulu yang tersimpan di Klub Merby dan tertata dengan rapi.
Koleksi Topeng yang Ada di Klub Merby. Pic by Farida Asadi.
Koleksi Dolanan Anak yang Ada di Klub Merby. Pic by Farida Asadi.
Anak-anak dari para blogger Semarang pun juga berlatih memainkan alat musik di Klub Merby. Ezra memainkan gendang dan Nadia memainkan gamelan. Acara tidak hanya berhenti di situ saja. Selanjutnya, kami berjoget dan menari dengan diiringi musik. Ini benar-benar asik karena bisa membuat saya lebih rileks. Setelah lelah menari kami harus istirahat sejenak dan disuguhi air mineral oleh Klub Merby. Di sela-sela istirahat, kami menonton video tentang Roemah Oei Lasem.
Nadia Memainkan Gamelan dan Ezra Memainkan Gendang. Pic by Farida Asadi.
Acara yang saya nantikan akhirnya tiba juga yaitu membatik. Membuat batik tulis dengan menggunakan canting tepatnya dan ini adalah pengalaman pertama saya membuat batik tulis. Sebelumnya saya sudah pernah membuat batik cap pada saat saya masih kelas 8 SMP. Saya, Ezra, dan Nadia sangat antusias sekali saat membatik. Jika saya lebih memilih membatik maka blogger yang lain lebih memilih berkreasi dengan janur.
Nadia dan Ezra Sedang Asik Membatik. Pic by Farida Asadi.
Batik Tulis Karya Saya. Pic by Farida Asadi.
Berkreasi dengan Janur. Pic by Farida Asadi.
Acara ini ditutup dengan makan bersama di Kedai Dhahar. Yang unik dari Kedai Dhahar Klub Merby adalah menu makanannya adalah menu makanan khas orang kampung. Seperti sayur bayam misalnya. Adapula martabak, olahan daging ayam dan yang lainnya. Menu makanan pun disajikan dengan wadah yang terbuat dari tanah liat dan ini tentunya tidak berbahaya bagi kesehatan.
Kedai Dhahar Klub Merby Merby. Pic by Farida Asadi.
Aneka Macam Menu Masakan di Klub Merby. Pic by Farida Asadi.
Hal menggembirakan bagi saya ketika saya ke Semarang bisa menikmati segarnya sayur bayam saat siang hari di Klub Merby. Walaupun setiap hari saya menjadi buruh petani bayam bahkan bisa dibilang bayam adalah salah satu sumber penghasilan di keluarga saya, tapi saya belum pernah bosan dengan sayur Bayam hingga saat ini.
Sayur Bayam Selalu Menjadi Favorit Saya. Pic by Farida Asadi.
Itulah cerita saya saat berkunjung ke Klub Merby bersama blogger Semarang. Jika kalian sedang berada di Semarang, jangan lupa untuk mampir ke Klub Merby agar lebih banyak tahu tentang wisata budaya dan wisata edukasi. Klub Merby cocok sekali untuk memperkenalkan anak-anak dengan kebudayaan yang akhir-akhir ini sudah mulai tergerus oleh zaman ke-modern-an.

Komentar

  1. Ternyata banyak hal menarik yang belum tereksplore di Semarang ya.

    Emang butuh lebih banyak pemberitahuan agar banyak yang tau tempatnya :)

    BalasHapus
  2. Keren banget hiks, selamat mba sudah berkeliling. Semoga kapan-kapan berkesempatan buat main ke sana, aamiin.

    BalasHapus
  3. Asik ya main ke Merby. Btw komen urlnya dibuka dong say

    BalasHapus
  4. Keren sekali klubnya. InsyaAllah kalo bulan depan jadi ke Semarang, singgah kesana deh😊

    BalasHapus
  5. Mengenalkan budaya pada anak-anak dengan cara seperti ini bisa lebih menarik ya. Keren deh. Sudah dilengkapi dengan menu makannya. Puas main puas makannya.

    BalasHapus
  6. eh aku punya foto perempuan sedang membatikt api lupa siapa karena fotonya candid dari atas. hihihi.. itu dirimu kah?

    BalasHapus
  7. Seru nih berkunjung ke Klub Merby saat werkend utk ngisi liburan anak2 yaa.

    BalasHapus
  8. Ini menyenangkan banget ya mbaak! Berarti Klun Merby ini terbuka untuk umum ya? Bukanya setiap hari kah? Jamnya?

    Terus untuk masuknya biaya berapa mbak?

    BalasHapus
  9. keren ya bisa belajar budaya Indonesia di klub merby ini, juga ada tambahan objek wisata di semarang. kapan kapan jadi pengen kesana ah

    BalasHapus
  10. senengnya wisata ketempat seperti ini tuh kita juga banyak belajar soal budaya ya mba, hihihi...

    BalasHapus
  11. Ini klub okeee yang banyak manfaat ya mba, plus membantu memberdayakan para pekerja lokal. Kalau wisata bukan melulu menikmati tapi juga belajar lebih jauh

    BalasHapus
  12. Ada fotoku lagi bikin keris dari janur, hihiii... yuk ke Merby lagi

    BalasHapus
  13. Setuju sama pendapat mba Indah.
    Sudah selayaknya kita mengangkat kearifan lokal dalam setiap kesempatan.

    Kalau bukan kita siapa lagi!
    Kalau bukan sekarang, kapan lagi!

    BalasHapus
  14. Penting banget ada tempat kayak klub merby untuk mengenalkan budaya secara asyik, sayang di kota saya belum ada tempat seperti ini

    BalasHapus
  15. Di Semarang ada ya tempat belajar gini. Aku pernah ikutan batik2 gitu eh gak tahan sama lilinnya. Kurang cepet dan malah netes ke mana-mana

    BalasHapus
  16. Aku pernah ke Semarang sekali aja tapi ga sempet keliling2 soale seharian talkshow di Hotel lanjut ke kota2 lain. Semoga aja kalau ke Semarang lagi bisa ke tempat ini ya.

    BalasHapus
  17. Asyiik banget ya Mbak, nambah pengetahuan seputar seni gini. Anak2 yg ikut pun juga bisa jadi belajar, seruuu. Jadi pengen ikutan jugaaa :D

    Saya juga suka sayur bayam lho, Mbak :)

    BalasHapus
  18. Asyik sekali ya Mbak berkeliling di Klub Merby. Fun dan edukatif banget. Semoga nilai-nilai budaya yang diusung bisa menyebar pula ke lingkup yg lebih luas yaa ��

    BalasHapus
  19. Kegiatannya diadakan hari dan jam berapa sajakah, mba?
    Biasanya kami kalau mudik prefer lewat Semarang.....suka bingung mau mampir ke mana agar anak-anak bisa main sambil belajar.

    Haturnuhun.

    BalasHapus
  20. Batik karya Farida cakep lhoo...berbakat nih ngebatik.. Oya utk ke klub ini bisa langsung datang tiap hari ya..g perlu booking dulu kah?

    BalasHapus
  21. Baru denger tentang Klub Merby. Keren ya klubnya. Btw nama Merby diambil dari nama apa ya, Mba? Apa itu singkatan?

    BalasHapus
  22. Konsep toko bukunya unik ya, apalagi bisa belajar banyak tentang kebudayaan Indonesia. Kalau liburna sekolah nanti aku mau ngajak anakku ke sana ah sekalian mudik ke tempat mertua, dia suka banget toko buku apalagi ada kebudayaannya begini.
    Lokasinya gak terlalu jauh ya mbak.

    BalasHapus
  23. Menarik banget ni mbak, apalagi ada workshop membatiknya ya, seruuuu!

    BalasHapus
  24. Salah buka pagi pagi. Ada makanan di sini (salfok) sementara saya belum masak.

    BalasHapus
  25. Serunya berkunjung ke klub merby. Fun-nya dapat, ilmunya juga dapat yaa, apalagi bila kesana ngajak anak-anak, pasti tambah seru ��

    BalasHapus
  26. Berkah banget ya mbak bisa ikut acara ini.

    BalasHapus
  27. Membatiik..aku suka banget, sewaktu ikut event di Tangsel ke pembuat Batik Banten aku pernah nyobain membatik dan itu pertama kalinya langsung kecipratan minyak lilinnya hihi sadar deh aku membatik itu nggak gampang jadi kalau harga nya mahal wajar karena ada proses yang nggak mudah :)

    BalasHapus
  28. Wah klubnya asyik, memperkenalkan budaya sekaligus kuliner lokal ya mbak.
    Kyknya gak hanya buat org dewasa, buat anak kecil jg cocok ya ke sana :D

    BalasHapus
  29. Wow keren banget nih klubnya bikin kita jadi kenal budaya lokal. Gak hanya korea-koreaan ya wkwk

    BalasHapus
  30. Komplit banget klub nya. Bisa jadi list asyik bareng anak2 ya

    BalasHapus
  31. All in one happy place ya Mbaaa, dijamin betah sih kalau berkunjung ke Klub Merby. Semoga ada kesempatan buat berkunjung ke sana :D

    BalasHapus
  32. Wah, Semarang!
    Dekat dengan kampung suamiku.
    Keren ya tempatnya. Anak-anak perlu dibawa ke tempat seperti ini..

    BalasHapus
  33. Menarik banget mbak tempatnya . Ga cuma wisata tapi juga sekalian belajar .Kapan2 mau juga ah keep klub Merby. Namanya kok mengingatkan aku sama nama Derby yaa hehe.

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Post

5 Hal Unik dari Kadeso Desa Wisata Lerep

[Beauty Review] : Fanbo Acne Solution

Cicik Sri Winarti, Crafter Muslimah dari Kota Kendal yang Penuh Inspirasi