[Beauty Review] : Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening

Pic by Farida Asadi
Halo...sedang ingin bercerita tentang kegundahan hati karena sekarang saya berprofesi sebagai buruh tani yang harus terpapar langsung dengan sinar matahari dan hal tersebut membuat saya sedih. Lantas kenapa saya sedih? Jadi buruh tani memang menyenangkan tapi susah juga untuk dijalani apalagi kalau harus berpanas-panas ria di kebun selama seharian penuh. Ini namanya sedih maksimal.

Karena setiap hari harus berpanas-panas ria dan selalu terpapar sinar matahari. Mau tak mau saya merasakan akibatnya, yaitu kulit makin hitam dan makin kusam. Kalau kulit saya kan memang sudah berwarna hitam dan gelap seperti buah sawo busuk. Tapi kalau cuma kulit saya saja yang berwarna gelap itu kan bukan masalah. Kulit kusam inilah yang jadi masalahnya dan membuat saya malu kalau harus bertemu dengan teman-teman saya saat kondangan atau saat ada acara bersama.

Karena kulit kusam yang sering saya alami akhir-akhir ini saya menjadi teringat dengan salah satu rutinitas saya saat saya masih di SMP kala itu. Apa sih rutinintasnya? Rutinitasnya adalah memakai lulur saat hari libur sekolah. Biasanya seminggu sekali dan saya lakukan rutinitas lulur di hari Minggu bersama tetangga depan rumah saya yang juga masih sepupu saya sekaligus teman saya di sekolah.

Berhubung tetangga saya tersebut sudah menikah dan mempunyai anak, jadinya saya tidak punya teman untuk rutinitas luluran saat weekend tiba. Sedih deh sedih. Tapi buat apa saya sedih melulu. Mendingan saya luluran (walaupun sendirian dan tidak ada teman) tapi ya memang kurang asik kalau luluran sendirian dan tidak ada teman. Karena biasanya saat rutinitas luluran biasanya akan diselingi cerita-cerita lucu bahkan curhatan ngalor ngidul yang terkadang absurd.

Karena makin hari kulit saya makin kusam akhirnya saya mampir ke minimarket untuk membeli lulur. Dan pilihan saya jatuh kepada Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening yang harganya Rp.17.000. Dengan perasaan bahagia dan senang akhirnya saya bisa menemukan senjata ampuh untuk mengatasi kulit kusam saya ini. Kenapa sih sebenarnya salah memilih Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening? Ada tiga alasan utama saya memilih Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening yaitu karena sebelumnya saya belum pernah mencoba lulur varian yang ini, yang kedua karena mudah dibeli dan yang ketiga adalah karena harganya bersahabat dengan kantong dompet saya yang sering kosong melompong.
Packaging Tampak Depan, Pic by Farida Asadi
Packaging dari Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening ini berbentuk jar dengan tutup yang mudah dibuka. Setelah dibuka pun isinya banyak yaitu 100 gram dan tidak mengecewakan. Namun sayang sekali saat dibuka tidak ada penutup dari alumunium foil. Tapi ada hal yang paling menarik dari packaging Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening ini yaitu gambar penari Bali yang merupakan gambar khasnya Herborist. Untuk segala keterangan Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening ini bisa dilihat pada packaging bagian depan, belakang dan juga samping.

Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening ini diperkaya dengan ekstrak susu alami plus whitening yang bisa membantu melembabkan dan melembutkan kulit dan membuat kulit tampak lebih cerah. Namun setelah pemakaian beberapa kali untuk kulit tampak lebih cerah belum terbukti pada kulit saya. Namun Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening memang melembabkan dan melembutkan kulit saya dan membuat kulit saya tidak kusam lagi.
Packaging Tampak Belakang, Pic by Farida Asadi
Dan inilah ingredients dari Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening yaitu water, corn (zea mays) strach, oryza sativa, wheat (triticum vulgare) germ, alcohol, stearic acid, isopropyl myristate, polyethylene, glycerin, propylene glycol, cetyl alcohol, glyceryl monostearate, PEG-100 stearate, perfume, olive (olea europaea) oil, glycyrrhiza glabra root extract, citrus aurantium dulcis fruit extract, kojic acid, DMDM hydantoin, triethanolamine, BHT, methylparaben, titanium dioxide, propylparaben, disodium EDTA, allantoin, mineral oil, carbomer, sodium metabisulfite, milk lipid, ceramide 3, chlorexidine digluconate, tocopheryl acetate.

Warna dari Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening ini yaitu putih agak kekuningan dan kecoklatan dengan aromanya yang harum sekaligus bisa menenangkan. Tidak hanya membuat kulit saya tidak kusam lagi, namun Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening membuat kulit saya juga wangi dan saya makin percaya diri. Tekstur dari Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening ini seperti krim yang lumayan padat dan dilengkapi scrub-scrub halus yang bisa mengangkat sel-sel kulit mati pada kulit.
Pic by Farida Asadi
Lalu bagaimana cara memakai Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening? Caranya sangat amat mudah yaitu kita tinggal membalurkan Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening ini ke seluruh badan dalam kondisi bersih dan kering. Kemudian setelah lulur dibalurkan makan sebaiknya dipijat dengan rute memutar dan lembut saja. Setelah itu bilas dengan air tanpa menggunakan sabun. Jadi lebih hemat kan karena kita tidak perlu membilas dengan sabun dan sebaiknya kita bisa melakukan rutinitas luluran ini seminggu sekali. Tapi, saya lebih suka kalau sebelum luluran saya oleskan Herborist minyak zaitun dulu ke seluruh tubuh lalu mulai membalurkan lulur. Kenapa demikian? Karena akan lebih mudah dan kulit saya menjadi tambah lembab dan tidak kering. Demikianlah sedikit cerita saya bersama Herborist Lulur Tradisional Bali with Milk Extract plus Whitening. Bagaimana dengan cerita kalian sobat?

Komentar

Posting Komentar

Popular Post

#BukaInspirasi Bersama Nyi Penengah Dewanti

Mengenalkan Teknologi Pada Anak Sejak Usia Dini, Yay Or Nay?

Cuma 9 Rupiah, Naik Bus Trans Semarang Bayar Pakai Go Pay