Sabtu, Mei 05, 2018

Workshop and Soft Opening Batik Jayakarta Semarang

- Mei 05, 2018
Pic by Farida Asadi
Kain apa yang paling kalian sukai sobat? Kalau saya sih ya tentu saja kain batik. Sejak masih orok alias ketika saya masih bayi, setiap harinya saya memakai kain batik kala itu. Kalau di kampung saya kain batik berukuran panjang tersebut diberi nama "TAPIH" atau "JARIK". Ketika kelas 1 SD, itulah untuk pertama kalinya saya memakai kain batik dengan kebaya dalam rangka memperingati hari Kartini. Ketika kelas 4 SD saya juga belajar membuat batik celup ikat yang ternyata prosesnya cukup mudah.

Pengalaman pertama yang tak terlupakan sampai sekarang adalah ketika kelas 2 SMP, saya mendapatkan tugas mata pelajaran Seni Budaya untuk membuat batik cap dan batik tulis. Dalam proses pembuatan batik memang butuh kesabaran ekstra terutama untuk pembuatan batik tulis. Kalau membuat batik cap sangatlah mudah dan praktis karena kita tak perlu menggambar motif batik lagi. Proses pembuatan batik cap yaitu kita hanya tinggal menggunakan cetakannya saja untuk membuat motif batik dan itu lebih praktis dan menghemat waktu. Menginjak bangku SMK, saya juga sering memakai batik dalam setiap kesempatan. Mulai dari acara peringatan hari Kartini sampai acara wisuda. Ah, ya batik memang selalu ada dalam setiap keseharian saya. Apalagi seragam organisasi remaja di kampung saya juga selalu menggunakan batik.

Berawal dari info yang saya dapatkan dari WAG Gandjel Rel, saya akhirnya menghadiri acara workshop and soft opening Batik Jayakarta Semarang tepatnya di Jalan Dr. Cipto No. 172 Semarang pada tanggal 1 Mei 2018. Karena saya memang mencintai batik jadi saya memutuskan untuk mengikuti acara ini. Butuh waktu yang lama hingga akhirnya saya menemukan lokasinya sampai muter-muter lebih dari lima kali di area Jalan Dr. Cipto Semarang ini.
Batik Jayakarta Semarang, Pic by Farida Asadi
Owner Batik Jayakarta Semarang mengatakan kalau batik itu masih identik dengan orang tua, beli di pasar dan tawar-menawar. Batik Jayakarta Semarang ingin mengubah pandangan tersebut karena batik bisa dipakai siapa saja tanpa ada batasan usia baik anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Membeli batik di pasar seringkali kita harus menawar dan kalau tidak pandai menawar kita akan "KEBLONDROK"(kalau kata orang Jawa ya begitu). Maka, Batik Jayakarta Semarang memberikan harga batik yang pas sesuai kualitasnya dan tidak ada proses tawar-menawar.

Selain itu, di setiap batik yang ada di Batik Jayakarta Semarang disertai name tag nama batik beserta keterangannya sehingga kita sebagai pembeli batik akan tahu segala hal mengenai batik tersebut. Batik-batik di Jawa Tengah juga memiliki beragama corak dan motif yang unik dan menarik seperti Batik Solo, Batik Pekalongan, Batik Lasem, Batik Tegal, Batik Kebumen, Batik Banyumas dan yang lainnya. Saya setuju sekali ketika Owner Batik Jayakarta Semarang mengatakan bahwa Batik akan selalu eksis selama Indonesia ada.

Owner Batik Jayakarta Semarang juga berbagi tips seputar bisnis. Owner Batik Jayakarta Semarang mengatakan kalau kunci bisnis yang sukses adalah passion dan team work. Owner Batik Jayakarta Semarang mengatakan kalau nantinya di lantai 2 Batik Jayakarta Semarang ini akan ada space khusus untuk workshop membatik, merajut dan yang lainnya.
Koleksi Batik Jayakarta Semarang, Pic by Farida Asadi
Koleksi Batik Jayakarta Semarang, Pic by Farida Asadi
Koleksi yang Ada di Batik Jayakarta Semarang, Pic by Farida Asadi
Acara selanjutnya adalah workshop memakai kain batik tanpa dijahit dan tanpa tali yang diisi oleh Komunitas Diajeng Semarang. Saya baru tahu kalau ternyata kain batik bisa dengan mudah dibentuk menjadi rok lilit, celana, bahkan sampai baju (outer) tanpa dijahit dan tanpa tali. Keren banget kan? Terimakasih Komunitas Diajeng Semarang yang sudah berbagi tips menggunakan kain batik yang bermanfaat sekali untuk saya.
Workshop Memakai Kain Batik Bersama Komunitas Diajeng Semarang, Pic by Farida Asadi
Foto Bersama Owner Batik Jayakarta Semarang dan Komunitas Diajeng Semarang, Pic by Farida Asadi
Acara selanjutnya adalah potong tumpeng dan makan bersama. Ah, rasanya saya sangat bahagia dapat inspirasi dan ilmu baru seputar batik. Terimakasih banyak Batik Jayakarta Semarang atas undangannya. Semoga Batik akan selalu jaya. Semoga bukan hanya saya saja yang mencintai batik tapi seluruh rakyat Indonesia akan senantiasa mencintai batik. Kalau sobat biasanya memakai batik untuk acara apa?
Syukuran Batik Jayakarta Semarang, Pic by Farida Asadi
So Yummy, Pic by Farida Asadi

29 komentar:

  1. Aku suka banget batik, apalagi kalo buat ngajar kesannya elegan gitu. Kapan2 mo ngintip kolekwinya jayakarya ah

    BalasHapus
  2. wah menanti banget workshops membatiknya, anakku sukaa.. sukses buat batik Jayakarta.

    BalasHapus
  3. Toko batik Jayakarta ini salah satu toko batik yg layak ditiru. Selain jual batik, secara nggak langsung di meng edukasi masyarakat dengan mengelompokkan kain batik berdasarkan asalnya. Keep the good work Batik Jayakarta.

    BalasHapus
  4. Kemarin saya mengikuti presentasi seorang dosen dari LN. Di kampusnya di Ausie malah seragam mereka pake batik lo

    BalasHapus
  5. Tadinya saya kurang suka batik. Suka susah mix and match dengan lainnya. Untungnya sekarang banyak yang bagus model batiknya. Jadi suka pakai batik, deh

    BalasHapus
  6. Batik sekarang menjangkau semua usia ya dan senangnya saya karena banyak usaha melestarikan batik di negara kita.

    BalasHapus
  7. Saya pun suka kain batik, punya beberapa koleksi kain batik yang belum dijait, dan kan batik itu tren-nya selalu ada jadi kapan pun mau dijait santai aja

    BalasHapus
  8. Wah, baca komentar Bang Day, bangga ya orang LN aja pake batik sebagai baju seragam. Trus kita pake batik juga siiih tp pd hari2 tertentu aja. Bunda suka kain batik motif apa aja. Seneng kalo dpt oleh2 kain batik.

    BalasHapus
  9. Penasaran gimana caranya mba untuk outer tanpa dijahit, praktis kayaknya hehe pengen coba. Batiknya bagus-bagus yaaa disana

    BalasHapus
  10. Mba, kain batiknya kenapa antik cantik banget ya. Hehhehe. Aku jadi pengen mengkoleksi semuanya nih saking binggung pilih yang mana. Pengen juga ah bisa ikut workshopnya :)

    BalasHapus
  11. Batik Semarang itu khas banget yah mba. Jadi pengen ikutin kegiatannya juga, semoga suatu hari nanti punya kesempatan itu 😇

    BalasHapus
  12. Aku masih penasaran cara mbatik. Pernah nyoba ngasih lilin, eh kepanasan, hahah

    Di tempatku masih jarik. Aku pakai dulu pas kelas 5 SD. Waktu itu ada lomba wiru dan menang, ckckck

    BalasHapus
  13. Aku menggunakan batik biasanya di acara-acara yang rada resmi. Kelihatan anggun gitu loh kalau pakai batik. Kapan gitu ya bisa pakai baju batik di luar negeri hehehee... Biar orang luar negeri terpesona dengan kecantikan seni batik gituh. *ngimpi ga pa2 kan ya :))

    BalasHapus
  14. Mata saya langsung cling tuh mbak lihat kain batik.

    Soalnya saya paling suka pakai batik kalau lagi ngajar, rasanya adem dan nyaman. Betewe tuh batiknya cantik-cantik banget. duh jadi pingin beli.

    BalasHapus
  15. Kain batik juga laris banget di luar Jawa loh Mba. Pas aku masih ikut suami di Palopo, tiap mudik ke Jawa banyak temen-temen yang nitip minta dibelikan kain jarik. Pun kalau ada yang pindah tugas, paling sering souvenir/kenang-kenangannya ya kain atau baju batik :)

    BalasHapus
  16. Aku juga suka batik,dari kecil sudah dikenalkan dengan batik. Ibu ku suka banget ngumpulin kain-kain daerah Indonesia dan yang paling banyak itu batik :)

    BalasHapus
  17. Indonesia itu kaya sekali dengan kain batik ya. Di tiap daerah memilliki ciri khas tersendiri akan kain batinya, begitu juga di Semarang. Seneng banget ada yang menyediakan tempat untuk membatik, seruu

    BalasHapus
  18. motif nya cakep-cakep, apalagi yang lurik itu unik.. aku suka. sukses selalu untuk batik jayakarta

    BalasHapus
  19. Saya juga suka batik Mbak.
    Dasteran di rumah lebih enak dengan batik, ataupun baju setelan yg batik katun gitu, duuhh adem.
    Jadi ingat, punya teman yg koleksi batiknya tuh udah ratusan, tiap hari doi ke kantor dengan batik. Dia juga pintar jahit, beragam kreasi dibuatnya dari kain batik, baju, tas segala macam dah :)

    BalasHapus
  20. batiknya cantik-cantik ya mba, aku suka banget pake batik, terutama daster batik hehehe

    BalasHapus
  21. 2kali aku belajar mbatik mba.. seru dan ternyata menang gk mudah batik tulis terutama pantas mahal y mba

    BalasHapus
  22. Mbak batiknya cantik-cantik, ih. Marai pengen punya. Aku suka kain batik utuh ga dibikin baju

    BalasHapus
  23. Aku belum punya Batik Tulis, pengen deh punya 1, dirumah yang ada printing motif batik 😢

    BalasHapus
  24. Saya juga suka kain batik, model dan desainnya bisa digunakan sepanjang masa. Apalagi sekarang para desainer juga suka pakai kain batik untuk rancangannya.

    BalasHapus
  25. Semarang juga batiknya khas ya? Syaa blm pernah punya batik Semarang soalnya hehe
    Kalau lurik tu sebenarnya masuk batik atau khusus ya mbak?
    Lurik tu kas Jateng banget ya? Jd pengen punya batik Semarang jg :D

    BalasHapus
  26. Bertambah lagi spot beli batik kalau ke Semarang. Aku tahunya cuma di tempat temanku ada yang jualan.

    BalasHapus
  27. Aku suka banget pakai baju dari kain batik karena adeemm.. ini aja aku baru order 3 daster batik hehe..

    BalasHapus
  28. Aku paling sukaaaaa liat dan belanja batik, terutama yang tulis. Dan itu motifnya cakep-cakeeep ya. Terakhir aku ke Semarang kita dibawa ke kampung yang jual aneka Batik oleh supir mobil sewaan kita, tapi aku lupa namanya apaaa

    BalasHapus
  29. Koleksi yang Ada di Batik Jayakarta Semarang (selain motof kotak-kotak) mirip banget sama motif sarung Buton :)

    BalasHapus

 

Farida Asadi Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea