[Book Review] : Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono

Pic by Farida Asadi

đź’•Identitas Bukuđź’•

Judul Buku : Hujan Bulan Juni

Penulis : Sapardi Djoko Damono

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Cetakan Keduabelas, Oktober 2017

Jumlah Halaman : 135 Halaman

ISBN : 978-602-03-7837-4

Harga : Rp.100.000.

Rating : ♡♡♡♡

đź’•Sinopsisđź’•

Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar sapu tangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin.

đź’•Kalimat Favoritđź’•

Sakura yang hanya mekar seminggu di awal musim semi bagaikan ronin yang dipenggal kepalanya oleh Samurai yang dikhianatinya - Hal 11 & 12

Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas materai dan tidak boleh digugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk - Hal 20

"Sar, ini kan dah jam setengah 12, Jum'at. Pergi sana kamu ke Mesjid Gedhe. Nanti telat lho. Yen kowe telat, dongamu ora bakal ditampa" (Pingkan) - Hal 74


đź’•Review Bukuđź’•

Sarwono, itulah namanya. Pemuda Jawa yang menjadi dosen di salah satu Universitas terkemuka di Indonesia. Nama "Sarwono" juga memiliki arti yang tidak banyak diketahui orang. "Sarwo" artinya serba dan "Ono" artinya ada. Jadi bisa disimpulkan kalau "Sarwono" memiliki arti serba ada. Sarwono adalah seorang dosen yang memiliki bentuk tubuh kerempeng. Sarwono juga mengidap penyakit paru-paru basah.

Selain sibuk menjadi dosen, Sarwono juga sibuk menulis puisi yang biasa dikirimkan ke redaksi koran. Puisi-puisi Sarwono memang bagus tapi puisi Sarwono itu dianggap gombal oleh Pingkan. Pingkan ini adalah kekasih Sarwono. Tapi, ketika Pingkan memutuskan untuk ke Jepang dalam rangka menempuh beasiswa studinya di Universitas Kyoto, Apakah Sarwono sanggup berjauhan dengan Pingkan? Apakah Sarwono mampu menahan rindunya pada Pingkan? Apakah Sarwono bisa mencegah Pingkan untuk tidak berangkat ke Jepang? Lalu bagaimana jadinya jika Pingkan ke Jepang didampingi Katsuo yang merupakan dosen dari negeri Matahari Terbit tersebut?

Pingkan, perempuan cantik keturunan Jawa dan Menado. Ibu Pingkan orang Jawa dan ayah Pingkan orang Menado. Pingkan memiliki kulit yang lebih berwarna terang jika dibandingkan dengan ibunya. Pingkan memiliki kekasih yang bernama Sarwono. Namun, Pingkan & Sarwono belum siap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius yaitu jenjang pernikahan. Pingkan & Sarwono memiliki perbedaan suku dan agama. Mungkin inilah yang membuat Pingkan & Sarwono enggan untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan. Lalu jika Pingkan terbang ke Jepang untuk menuntut ilmu apakah hubungan Pingkan-Sarwono akan baik-baik saja? Lalu apa jadinya jika saat di Jepang, Pingkan selalu ditemani Katsuo dalam setiap kesempatan?

Sebenarnya sudah sejak beberapa bulan yang lalu saya ingin membaca novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono ini. Namun akhirnya saya bisa membaca novel Hujan Bulan Juni ini beberapa hari yang lalu melalui aplikasi iPusnas. Hujan Bulan Juni adalah novel pertama karya Sapardi Djoko Damono yang saya baca. Hujan Bulan Juni, judul novel yang membuat saya penasaran untuk membacanya. Memang ada ya Hujan di Bulan Juni? Bulan Juni kan musim panas? Kalaupun ada hujan mungkin tidak setiap hari. Begitu pikir saya. Namun ternyata ada cerita romansa percintaan pria dan wanita yang terkekang oleh perbedaan suku dan agama di dalam novel Hujan Bulan Juni ini.

Pingkan si perempuan keturunan Menado & Jawa dan Sarwono si pemuda asli Jawa. Keduanya sama-sama saling mencintai. Sarwono yang suka menulis puisi-puisi romantis namun terkadang gombal adalah salah satu hal yang saya suka dari novel Hujan Bulan Juni ini. Hal lainnya yang saya suka dari novel Hujan Bulan Juni ini adalah saat Pingkan mengingatkan Sarwono untuk Salat Jum'at di Mesjid Gedhe. Padahal agama yang dianut oleh Pingkan dan Sarwono itu berbeda tapi mereka bisa saling bersama dan tetap saling mencintai.

Novel Hujan Bulan Juni ini diangkat ke film layar lebar dengan Adipati Dolken sebagai Sarwono dan Velove Vexia sebagai Pingkan. Novel Hujan Bulan Juni yang saya baca covernya adalah cover dari film Hujan Bulan Juni dengan Adipati Dolken dan Velove Vexia sebagai modelnya. Kalau menurut saya cover novel Hujan Bulan Juni versi film lebih menarik daripada cover novel sebelumnya yang menurut saya sangat sederhana.

Novel Hujan Bulan Juni juga bukan hanya novel tentang kisah percintaan dalam perbedaan saja. Namun kita bisa mencontoh kegigihan Pingkan dalam menempuh pendidikannya di Jepang. Tuntulah ilmu selagi kalian masih mampu, mungkin ini pesan yang saya tangkap setelah membaca novel Hujan Bulan Juni. Berbagai daerah di Indonesia juga dibahas di dalam novel dan yang paling banyak adalah daerah Jawa mulai dari bahasa hingga kebudayaannya. Mungkin penulis ingin memberitahukan kepada pembaca bahwasanya Indonesia memang kaya dengan suku, budaya dan agama. Dengan keberagaman suku, budaya, dan agama itulah kita tetap masih bersatu karena kita adalah Indonesia.

Hal yang kurang saya suka dari novel ini adalah penyebutan salah satu merek obat sakit kepala yang secara berulang membuat saya berfikir apakah ini novel yang memang dapat sponsor itu atau gimana saya kurang paham. Intinya saya kurang suka dalam bagian tersebut. Saya merekomendasikan novel Hujan Bulan Juni untuk dibaca kalian yang suka kisah percintaan dengan dibalut puisi-puisi yang indah.

Tema dari novel Hujan Bulan Juni ini adalah cinta tapi beda alias cinta dalam perbedaan dengan tokoh Pingkan yang gigih, pantang menyerah dan humoris (suka bercanda). Adapula Sarwono yang penyabar, rajin, pencemburu dan pekerja keras. Serta Katsuo yang ramah dan suka menolong.

Kelebihan dari novel Hujan Bulan Juni adalah novel dengan jumlah halaman yang sedikit yaitu 135 halaman dan isinya pun jelas, padat dan tidak bertele-tele. Sedangkan kekurangannya yaitu harga novel Hujan Bulan Juni ini lumayan mahal yaitu Rp.100.000.

Komentar

  1. aku kok agak susah mengerti buat novel yang alurnya maju mundur yaa.. tapi novel ini kayaknya keren, bisa jadi bahan bacaan nihhh

    BalasHapus
  2. Kyaaaaaaaaaa aku belum baca ini semuanya, masih separuh dan filmnya juga belum sempat nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak baca separuh lagi. Aku juga belum nonton filmnya. Huhuhu.

      Hapus
  3. Kak review novel fake love-nya shireishou dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum pernah baca novel ini. Kapan-kapan kalo dah baca nanti aku bikin reviewnya di blog.

      Hapus

Posting Komentar

Popular Post

#BukaInspirasi Bersama Nyi Penengah Dewanti

Mengenalkan Teknologi Pada Anak Sejak Usia Dini, Yay Or Nay?

Cuma 9 Rupiah, Naik Bus Trans Semarang Bayar Pakai Go Pay