Minggu, Maret 18, 2018

Perpustakaan Unsyiah
Pic by Perpustakaan Unsyiah, edited by Farida Asadi
Hai sobat, dalam benak sobat apa saja sih alasan sobat untuk pergi ke perpustakaan? Tentu saja untuk membaca dan meminjam buku. Tapi, di kota saya masih minim sekali minat baca bagi para anak-anak dan remaja. Padahal, dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak ilmu.

Saat saya masih kelas 4 SD, saya pernah menjadi penjaga perpustakaan dan waktu itu juga diadakan lomba perpustakaan terbaik se-kecamatan Brangsong.

Walaupun pada akhirnya perpustakaan di sekolah saya tidak memenangkan lomba tersebut. Waktu itu buku yang paling saya suka untuk dibaca dan dipinjam adalah buku-buku dongeng, buku cerita rakyat, dan cerita anak. Buku dongeng, cerita anak, dan cerita rakyat yang waktu itu sering saya baca dan saya pinjam bahkan kadang saya juga membeli buku-buku tersebut.

Saat masih duduk di bangku SMP, saya juga lumayan rajin ke perpustakaan. Seminggu satu kali saya ke perpustakaan waktu itu. Entah itu untuk membaca koran terbaru dan membaca buku.

Perpustakaan sekolah ini banyak aturannya dan kadang bikin bad mood. Contohnya saja cuma diperbolehkan dua buku saja setiap minggu. Di situ kadang saya merasa sedih karena kadang ada banyak tugas sekolah yang harus dikerjakan dan sumbernya harus dari buku karena waktu itu internet belum begitu hits di kota saya seperti sekarang ini.

Saat memasuki masa-masa SMK, saya jarang datang ke perpustakaan. Saya hanya ke perpustakaan kalau ada tugas saja dan kalau ada buku baru yang belum pernah saya baca.

Ketika saya bekerja, saya jarang sekali membaca buku. Pernah waktu itu ada rekan kerja yang masih satu pabrik dan kalau di bus jemputan dia selalu membaca buku. Mulai waktu itu, saya jadi teringat hobi saya yang suka membaca buku cerita.

Tahun 2017, untuk pertama kalinya saya membeli novel dan hobi saya untuk membaca buku muncul kembali karena adik sepupu sering kali membeli novel terbaru dan akhirnya saya hobi membaca buku lagi terutama novel. Di tahun 2017 inilah saya sering ikut lomba resensi buku, giveaway berhadiah buku dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya sering membaca buku lagi.

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak adik sepupu untuk mencari buku. Awalnya saya kira ingin ke perpustakaan tapi ternyata di perpustakaan daerah di kota saya tidak ada buku tersebut.

Di perpustakaan kampus di kampus adik saya juga tidak ada buku tersebut. Hingga pada akhirnya saya dan adik sepupu memutuskan untuk pergi ke toko buku di kota Semarang. Setelah muter-muter ke lima toko buku berbeda di kota Semarang akhirnya kami menemukan buku tersebut di toko buku terakhir yang kami kunjungi.

Semenjak hari itu, saya berfikir dan berangan-berangan. Andai saja kalau ada perpustakaan yang lengkap bukunya, nyaman tempatnya, kekinian, up to date dan tentunya buka saat malam hari dan saat weekend tiba. Berhubung saya aktif di sosial media untuk berjualan online maka akhirnya saya cari info di dunia maya tentang perpustakaan yang menjadi angan-angan dan impian saya.

Tak disangka akhirnya saya menemukan perpustakaan Unsyiah. Perpustakaan Unsyiah cocok sekali dengan perpustakaan yang saya cari dan perpustakaan impian yang ingin saya kunjungi.

UPT. Perpustakaan Unsyiah didirikan pada tahun 1970. Perpustakaan Unsyiah beralamat di Jalan T.Nyak Arief Kampus Unsyiah, Darussalam Banda Aceh. Hingga sampai saat ini, perpustakaan Unsyiah telah mengalami perkembangan yang pesat.

Perpustakaan Unsyiah memiliki struktur organisasi yang baik dan tertata rapi. Hal ini membuat saya kagum karena biasanya struktur organisasi perpustakaan belum terstruktur dengan rapi.
Perpustakaan Unsyiah
Pic by Perpustakaan Unsyiah
Perpustakaan Unsyiah memiliki berbagai macam koleksi buku. Namun tak hanya buku saja ada juga koleksi lainnya seperti jurnal, laporan akhir, skripsi, tesis, disertasi, majalah, buku referensi, laporan penelitian, CD-ROM dan dokumentasi.

Koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan Unsyiah Perpustakaan Unsyiah berjumlah 75.114 judul atau 136.925 eksemplar. Istimewa sekali kan? Ada banyak koleksi buku sehingga para mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah tidak akan kesulitan untuk mencari buku yang dicari karena perpustakaan Unsyiah memiliki berbagai macam koleksi.
Perpustakaan Unsyiah
Pic by Perpustakaan Unsyiah
Yang menurut saya istimewa dari perpustakaan Unsyiah adalah perpustakaan Unsyiah buka saat sore hari, malam hari dan saat weekend tiba. Menurut saya hal tersebut sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang bisa kapan saja untuk membaca dan meminjam buku di perpustakaan Unsyiah tanpa kendala waktu.

Selain itu, hal tersebut juga merupakan hal positif agar para mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah bisa menghabiskan waktu liburan dan saat malam minggu tiba dengan membaca buku agar menambah ilmu.

Hal positif dong tentunya karena para mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah bisa terhindar dari kegiatan yang tidak bermanfaat. Nah, kalau berkunjung ke perpustakaan Unsyiah pastinya para mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah bisa menghabiskan waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat.

Jika perpustakaan umumnya memiliki tempat yang tidak nyaman dan tercium bau kaos kaki dari para pengunjungnya. Kadang hal sepele seperti itu bisa menyebabkan seseorang enggan untuk berkunjung ke perpustakaan.

Namun, jika kalian berkunjung ke perpustakaan Unsyiah maka kalian akan menemukan perpustakaan dengan suasana dan nuansa yang berbeda. Perpustakaan Unsyiah dilengkapi dengan kedai kopi sehingga kalian tidak akan bosan, jenuh dan kehausan saat ke perpustakaan Unsyiah.

Saat ke perpustakaan Unsyiah kalian bisa membaca dan meminjam buku serta bisa menikmati minuman kopi. Sensasinya beda kan? Baca buku, nambah ilmu dan bisa juga menikmati asiknya ngopi bersama teman-teman.

Pada tahun 2017, perpustakaan Unsyiah menyelenggarakan acara yang seru dan bertabur hadiah. Nah, tahun ini perpustakaan Unsyiah kembali menggelar acara tersebut yaitu Unsyiah Library Fiesta 2018.

Ada banyak rangkaian acara dan lomba yang digelar seperti pemilihan duta baca Unsyiah, shelving contest (kontes menata buku dengan rapi dan sesuai aturan), lomba fotografi, lomba vlog, lomba blog, lomba mendongeng, lomba membaca cepat (speedreading), lomba resensi buku, lomba musikalisasi puisi, accoustic competition dan Expo Unsyiah Library Fiesta. Kalian suka ikut lomba agar mendapat inspirasi, motivasi dan hadiah? Jangan lupa untuk mengikuti serunya serangkaian acara Unsyiah Library Fiesta 2018.

Setiap hari saya selalu ingin belajar dan mendapatkan ilmu baru. Namun, sampai saat ini saya hanya lulusan SMK. Sebenarnya saya ingin kuliah, dan saya dapat inspirasi dan motivasi dari perpustakaan Unsyiah untuk bisa kuliah.

Tapi, saya ingin menimba ilmu di luar pulau Jawa dan sepertinya provinsi Aceh adalah salah satu provinsi yang ingin saya kunjungi untuk menimba ilmu. Kenapa demikian? Karena saya ingin berkunjung ke perpustakaan Unsyiah yang nuansa dan suasananya berbeda dari perpustakaan yang lain. Semoga harapan dan impian saya bukan hanya sekedar angan-angan belaka. Semoga saya bisa segera merealisasikan impian saya tersebut.

Agar impian saya bisa segera terwujudkan dan terealisasikan, saya harus rajin menabung. Karena saya tidak lagi bekerja sebagai kuli pabrik, maka saya harus rajin promosi jualan online yang saya tekuni selama 2 bulan ini.

Sembari berjualan online, saya juga menyebarkan semangat membaca kepada rekan-rekan saya. Hasilnya, para teman-teman sering juga meminjam novel-novel yang saya punya. Saya senang ketika ada teman yang hobinya sama dengan saya. Walaupun bacaan favorit saya adalah novel fiksi, tapi banyak juga kok ilmu yang saya dapatkan.

Selain menebarkan semangat membaca kepada rekan-rekan saya. Saya juga menebarkan semangat membaca melalui blog yaitu dengan cara membuat review buku dan novel yang saya baca. Banyak para pembaca blog saya yang suka karena dapat info terbaru mengenai novel karya penulis Indonesia mulai dari kelebihan dan kekurangannya.

Para penulis yang novelnya saya review di blog juga seringkali mengucapkan terimakasih kepada saya karena sudah mereview novel-novel karya mereka. Hingga sampai saat ini sudah ada 20 review novel yang ada di blog saya.

Saya menulis review buku dan novel karya penulis Indonesia. Kenapa demikian? Karena saya ingin para penulis Indonesia menjadi penulis yang karyanya dikenal dan diminati oleh seluruh warga Indonesia.

Sebut saja penulis Indonesia yang karyanya telah menjadi buku best seller dan diangkat ke film layar lebar seperti Asma Nadia, Dee, Habiburrahman El Shirazy, dan masih banyak lagi. Saya ingin penulis Indonesia menjadi penulis yang dikenal dan karyanya selalu diingat oleh seluruh warga Indonesia.

Jika mengingat perpustakaan Unsyiah, saya selalu saja ingin menebarkan semangat membaca kepada siapa saja terutama orang-orang di sekitar saya. Contohnya, saya sering memberi kado berupa buku untuk teman saya yang menikah atau berulang tahun.

Awalnya saya takut apabila kado berupa buku tersebut kurang disukai. Namun, saya tidak akan pernah akan tahu kalau saya tidak mencoba. Saya merasa senang ketika adik sepupu saya juga merasa senang ketika saya memberikan hadiah ulang tahun berupa buku.

Saya juga mendapat inspirasi dan motivasi dari perpustakaan Unsyiah yaitu untuk terus semangat membaca buku dan menebarkan semangat membaca kepada siapa saja.

Saya punya impian untuk mendirikan taman bacaan di rumah saya. Berhubung belum ada modalnya, jadinya taman bacaan impian belum bisa terealisasikan. Semoga beberapa tahun ke depan, taman bacaan impian bisa saya wujudkan.

Itulah sedikit cerita saya ketika mendapatkan inspirasi dan motivasi dari perpustakaan Unsyiah yaitu untuk menimba ilmu, menjadi book reviewer, menjadi pembaca buku yang selalu haus ilmu, menjadi penyebar semangat membaca kepada siapa saja. Dan semoga impian saya untuk mendirikan taman bacaan bisa segera terealisasikan. Bagaimana dengan cerita kalian sobat?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition Unsyiah Fiesta Library 2018 dengan tema “To Motivate, To Inspire”

Farida Asadi . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates