Senin, Januari 29, 2018

3 Kota yang Saya Kunjungi untuk Wisata Religi

Edit Posted by with 14 comments
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Reviewer,

Alhamdulilah sekali aku bersyukur karena masih diberi anugerah sehat walafiat. Sebagai warga desa yang biasa saja bukan berarti aku jadi orang desa yang tidak pernah pergi kemana-mana. Setiap tahunnya di desaku (desa Kertomulyo) biasanya akan diadakan wisata religi ke berbagai kota seperti Semarang,Demak,Kudus,Tuban,Pati dan masih banyak lagi. Aku cuma mau mengingatkan saja untuk mereka yang sering wisata religi. Apakah makam dari orangtua dan sanak saudara setiap hari kamis rutin dikunjungi? Aku merasa jengkel dan sebel kalau ada orang yang menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk wisata religi saja. Kalau menurut aku lebih baik mengunjungi makam orang tua dan sanak saudara lalu wisata religi secukupnya dan kalau ada rejeki yang berlimpah maka kita bisa bersedekah. Kalau ada rejeki yang lebih aku pun juga ingin menunaikan ibadaha Haji atau ibadah Umrah. Semoga suatu saat nanti harapanku tersebut terkabul.

Untuk yang orangtuanya sudah meninggal dunia alangkah baiknya kita selalu berdo'a agar orangtua kita mendapat tempat yang layak di sisi ALLAH SWT. Karena do'a anak yang soleh dan solehah adalah salah satu amalan yang tidak akan pernah putus walaupun sudah meninggal dunia. Alhamdulilah sekali karena makam di desaku letaknya dekat dan aku biasanya akan pergi ke makam bapak & nenek saat Kamis sore. Warga desaku juga harus sangat bersyukur karena tidak ada biaya untuk pemakaman karena di sini semuanya serba gotong royong.

Kota Batang bukanlah kota yang asing bagiku. Kota Batang ini berbatasan langsung dengan kota Kendal. Kira-kira kalau mau berkunjung ke kota Batang jika aku dari kota Kendal sekitar 1 jam lebih sedikit. Namun pertama kali ke kota Batang adalah ketika aku masih kelas 10 SMK tepatnya pada tahun 2011. Di kunjungan perdana aku ke kota Batang aku kemana aja dan ngapain aja? Waktu itu aku ada acara ke Pantai Buntu di Gringsing dalam rangka penutupan PSO (Partisipatory Students Orientation). Kalau di sekolah lain istilahnya penutupan MOS. Mungkin kalian bingung dan aneh dengan pantai Buntu. Pantai Buntu itu adalah nama lain dari Pantai Jodo. Dulu namanya pantai Buntu waktu aku ke sana dan tempatnya belum ramai seperti sekarang. Sekarang pantai Buntu berubah nama jadi Pantai Jodo dan sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota. Dulu pantai Buntu itu bersih dan yang paling aku ingat adalah ada satu hal yang tidak akan pernah aku lupa yaitu di pantai Buntu itu aku bukan hanya menikmati keindahan pantainya saja namun aku juga suka melihat kereta yang melintas persis di tebing pinggir pantai Buntu dan itu keren buanget. Rasanya aku pengen liburan lagi ke pantai Buntu (pantai Jodo) dan merasakan sensasi liburan yang tidak akan pernah aku lupakan itu. Semoga saja ada kesempatan untuk liburan ke pantai Jodo bersama sahabat tercinta. Ayo abang ajakin adek ke liburan pantai Jodo !!! (Kode Keras) Wkwkwkwkwk πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Makam Syekh Maulana Maghribi Ujung Negoro Batang, Pic by Farida Asadi


Ternyata kota Batang memiliki pesona wisata yang banyak dan luar biasa selain pantai Jodo. Seingat saya ada pantai Sigandu,pantai Ujung Negoro dan pantai-pantai lainnya. Saat berwisata religi ke kota Batang itulah aku dan para rombongan datang ke makam Syekh Maulana Maghribi Ujung Negoro. Makam Syekh Maulana Maghribi ini terletak di pinggir pantai. Jadi,setelah aku dan rombongan selesai membaca tahlil dan do'a kami langsung istirahat sejenak sambil memandang pemandangan pantai tersebut. Rasanya aku bahagia kalau lihat pantai. Senangnya bisa berwisata religi sambil memandang birunya air laut di sekitar pantai.
Salah Satu Pantai yang ada di Kota Batang, Pic by Farida Asadi


Sebelumnya aku juga pernah wisata religi ke Demak yang letaknya juga dekat dengan laut dan aku suka. Selain itu,aku juga pernah ke Jepara untuk berwisata religi sambil menikmati keindahan pulau Panjang & pantai Kartini.

Pekalongan, The World City of Batik. Pic by Farida Asadi


Setelah dari kota Batang,perjalanan selanjutnya adalah kota Pekalongan (The World City Of Batik). Aku merasa senang walaupun di kota Pekalongan ini tidak mengunjungi tempat wisatanya. Aku senang karena ini pengalaman pertama berkunjung ke Pekalongan yang terkenal dengan batiknya. Sayangnya,di kota Pekalongan ini aku tidak berwisata religi namun hanya singgah sebentar di pasar Batik. Aku juga sempat membeli blouse batik yang cantik namun harganya murah sekali yaitu cuma Rp.25.000. saja.

Perjalanan selanjutnya adalah ke kota Pemalang. Akhirnya aku bisa ke Pemalang dan melihat langsung jembatan Comal. Senang rasanya karena ini adalah kali pertama atau pertama kali aku berkunjung ke kota Pemalang. Di kota Pemalang ini ada dua tujuan wisata religi yang aku kunjungi.

Tujuan pertama adalah ke makam Mbah Nur yang letaknya di dataran tinggi kota Pemalang. Di area jalan menuju makam Mbah Nur itu terhampar pemandangan sawah bertingkat-tingkat yang keren abis. Selain itu ada juga tanaman sayur seperti daun bawang,seledri,kol,terong dan ada juga bunga mawar merah yang cantik sekali.
Jernihnya Air Sungai di Dekat Makam Mbah Nur. Pic by Farida Asadi


Makam mbah Nur terletak di pinggir sungai yang airnya jernih sekali. Banyak para pengunjung yang mandi di sungai jernih tersebut. Batu-batu di sungai jernih tersebut juga banyak dan cocok dijadikan area selfi tapi tetap jaga keselamatan ya soalnya kalau terpeleset bisa berbahaya bagi diri sendiri.

Perjalanan selanjutnya masih di kota Pemalang dan letak wisata religi yang aku kunjungi itu adalah di pinggir pantai Widuri. Mungkin ada yang belum pantai Widuri? Pantai Widuri terletak di pesisir kota Pemalang. Aku berkunjung ke makam Syaikh Maulana Syamsudin yang letaknya di pinggir pantai Widuri. Sayangnya aku sampai di makam Syaikh Maulana Syamsudin saat malam hari,jadi aku nggak bisa lihat birunya air laut di tepi pantai Widuri. Walaupun malam hari,makam Syaikh Maulana Syamsudin ini tetap ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai kota. Aku berharap bisa berkunjung ke makam Syaikh Maulana Syamsudin saat pagi atau siang hari supaya aku juga bisa menikmati indahnya pantai Widuri sambil berwisata religi.

Di area parkir sekitar makam Syaikh Maulana Syamsudin ini ada banyak penjual udang goreng tepung. Udang goreng tepung ini bisa jadi buah tangan atau oleh-oleh khas dari sini. Jadi saat berkunjung ke sini jangan lupa untuk membeli udang goreng tepung yang harganya murah meriah sekali yaitu cuma Rp.10.000. untuk seperempat kilogram udang goreng tepung tersebut.

Itulah sedikit ceritaku saat mengunjungi 3 kota untuk berwisata religi. Semoga akan ada kesempatan dan rejeki sehingga aku bisa berwisata religi lagi. Jika ada pertanyaan bisa hubungi aku melalui :

Facebook : Siti Faridah
Twitter : @sitifaridah96
Instagram : @sitifaridah43
WhatsApp : 089699892929
Email : sitifaridah43@yahoo.co.id

Cukup sekian dan terimakasih,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

14 komentar:

  1. Wisata ziarah udah ngetrend banget yak, tapi aku belum pernah ikut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggeh bu. Aku udah dari kecil diajak emak ikut wisata ziarah soalnya bu.

      Hapus
  2. Yg deket Pemalang itu seru juga ya,, kapan2 mlipir kesana ah

    BalasHapus
  3. Aq pernah ikut sekali wisata ziarah gini, tapi dulu namanya ziarah kubur ya, sampai madura dulu, amboi capeknya haha
    Dan jaman masih unyu dulu, belum punya blog juga, jadi hanya bisa dikenang sendiri #tsaah

    BalasHapus
  4. Hai mbak ..lam kenal..aku sebln yll jg k pekalongan k tempat sdr yg bikin batik..blm sempat berwisata religi krn udh tepar..pekalongan sekrg beda bgt..udh 10 thnan g ksn

    BalasHapus
  5. Aku belum pernah ikut wisata ziarah..jadi penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak, ikut wisata religi biar nggak penasaran lagi.

      Hapus
  6. Aku belum pernah Lo wisata ziarah bawa anak2 si biasanya kalo jalan jd cari tempat yg bisa buat main2

    BalasHapus
  7. Sayang selama aku di semarang 9 tahun cuma lewat aja ke batang gak pernah eksplore wisatanya πŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak Vita, eksplor tempat wisata di kota Batang.

      Hapus