[Book Review] : Rewrite - Dirsta Alifia

Pic by Farida Asadi
💕Identitas Buku💕

Judul Buku : Rewrite

Penulis : Dirsta Alifia

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : Cetakan Pertama,Tahun 2016

Jumlah Halaman : 249 Halaman

ISBN : 978-602-02-9546-6

Harga : Rp. 54.800

Rating : ♡♡♡♡

💕Sinopsis💕

Sejauh apa pun aku menghindar, ternyata, langkah-langkahku selalu terarah padamu.

Saras Widjaya, seorang perempuan yang harga dirinya lebih tinggi dari langit ketujuh, berusaha menepis segala rindu yang ia punya pada sang mantan kekasih.

Gilang Ranggala, yang pandai menerbangkan pesawat dan juga harapan Saras, tak pernah tidak menyesali perbuatannya satu tahun lalu. Emosi yang begitu meledak, juga kata-kata yang tak seharusnya ada, membuat hubungan yang sudah mereka bangun tiga tahun runtuh begitu saja.

Namun, sekuat apa pun Saras menyangkal, ia tetap tak bisa menghindari bayang-bayang Gilang. Sedalam apa pun Gilang menyesal, ia sudah kehabisan cara meyakinkan Saras.

Dalam diam, mereka berharap.

Semoga kisah ini dapat ditulis ulang dengan akhir yang paling baik untuk mereka berdua.

💕Kalimat Favorit💕

1. Kadang,hidup itu lucu,ya? Kita bisa dengan akrab mengobrol dengan seseorang yang belum terlalu kita kenal,bersahabat dengan orang yang baru kita kenal ,bersahabat dengan orang yang baru kita kenal selama satu bulan,mengagumi seseorang yang tidak pernah kita temui sebelumnya,namun mendadak canggung ketika mengobrol dengan orang berstatus mantan. Padahal sebelumnya,orang itulah bagian terpenting dari hidup kita,seolah kita tak bisa hidup tanpanya. Tetapi nyatanya? Hanya berselang satu atau dua tahun setelah kita berfikir demikian,orang itu sudah menjelma menjadi orang yang paling kita benci,yang paling kita ingin kuliti hidup-hidup. Atau yang paling bagus,kita tendang ke Segitiga Bermuda agar tidak usah bertemu dia selama-lamanya. - Hal 26 & Hal 27

2. Plato sendiri memberikan teori cinta pada Socrates yang kira-kira seperti ini isinya : Ketika kita jatuh cinta dengan seseorang,tanpa kita sadari,kita melihat sesuatu dari orang itu yang tidak dimiliki oleh kita,yang tanpa sadar membuat kita berpikir bahwa orang tersebut dapat memberikan kualitas dari apa yang ia miliki dan tidak dimiliki oleh kita. - Hal 30

3. Bagi Plato,hakikat cinta itu sendiri tak ubahnya seperti pendidikan. Artinya,kita tidak dapat mencintai seseorang jika kita tidak mau dididik oleh orang tersebut. Dalam cinta,dua orang berusaha untuk berkembang bersama-sama. Untuk mewujudkan hal itu,kita perlu hidup bersama dengan orang yang memiliki kualitas yang belum kita miliki,untuk melengkapi bagian-bagian yang kita & pasangan perlukan untuk berevolusi - Hal 30

4. Kalau kita melanggar peraturan,kita akan mendapat masalah. Kita akan mengalami kehancuran. - Hal 57

5. Bahwa hal terburuk dari suatu pengharapan yang tinggi adalah ketika harapan itu tidak tercapai,sang pemimpi hanya akan bisa terjatuh tanpa bisa kembali utuh. - Hal 83

6. Ternyata,bagi orang yang sedang jatuh cinta,cara membahagiakan diri itu sangat mudah. Cukup dengan melihat dia tersenyum,cukup dengan melihat dia tertawa. - Hal 115

7. Menikah itu menyempurnakan separuh agama. Bukan cuma soal senang-senang. Hakikat pernikahan sesungguhnya jauh lebih besar daripada itu. - Hal 231

8. Memang benar kata orang. Tidak peduli berapa pun umur anaknya,seorang ibu akan selalu siap untuk menjadi tumpuan. Menjadi rumah untuk kembali pulang. - Hal 232

💕Review Buku💕

Gilang Ranggala :

Seorang pemuda tampan yang berumur 31 tahun dan berprofesi sebagai seorang pilot itulah Gilang Ranggala. Gilang,begitulah panggilan akrabnya. Gilang sangat menyayangi ibunya dan suatu ketika Gilang harus mengantar dan menemani ibunya ke pesta pernikahan anak teman ibunya. Di pesta pernikahan itulah Gilang bertemu sosok perempuan yang langsung membuatnya jatuh hati kepada perempuan tersebut. Perempuan tersebut bernama Saras Widjaya. Sebulan kemudian Gilang & Saras resmi menjadi sepasang kekasih. Tiga tahun mereka berpacaran terlihat tetap mesra walaupun Gilang jarang sekali bertemu dengan Saras karena sibuk menerbangkan pesawat dari satu bandara ke bandara lainnya. Namun,setelah kejadian tak menyenangkan di kota London mereka akhirnya putus karena ucapan dari Gilang yang menyakiti Saras. Setelah lama putus dan tidak pernah ada kabar,satu tahun kemudian Gilang & Saras dipertemukan kembali. Lalu apakah Gilang & Saras akan kembali menjalin hubungan asmara dan berlanjut ke pernikahan? Atau Gilang akan memilih perempuan lain untuk menjadi pendamping hidupnya? Atau mungkin Saras yang akan menerima pria lain yang telah menyatakan rasa suka dan cinta kepada Saras?

Saras Widjaya :

Saras,begitulah panggilan akrabnya. Saras memiliki selera tinggi dalam menetukan pasangan hidup namun saat bertemu Gilang hal tersebut bukan menjadi sebuah masalah. Saras & Gilang pertama kali bertemu di saat acara pernikahan Gita yang merupakan sahabat Saras. Gilang terpukau akan kecantikan Saras yang bertubuh mungil. Gilang juga mengira kalau Saras masih kuliah karena wajah Saras memang terlihat masih muda dan banyak orang bilang kalau Saras mempunyai wajah baby face padahal Saras sudah bekerja. Sebulan setelah Saras & Gilang berkenalan akhirnya mereka menjalin hubungan asmara. Tiga tahun lamanya Gilang & Saras menjalin hubungan asmara. Saras sangat menyayangi Gilang karena Gilang sangat perhatian dan sering menolong Saras. Namun,kejadian di kota London membuat Saras sakit hati dan merasa kecewa hingga pada akhirnya Gilang & Saras putus. Setahun setelah mereka putus akhirnya mereka dipertemukan kembali melalui acara pernikahan adik Gita. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Saras akan memaafkan Gilang dan menerimanya kembali sebagai sang kekasih hati? Ataukah Saras akan memaafkan Gilang namun tak akan kembali kepada Gilang yang dulu menyakitinya?

Membaca novel ini tuh seperti sedang mendengarkan sahabat saya tentang kisah asmaranya. Pokoknya asik banget deh. Apalagi novel ini ditulis oleh anak muda berbakat yang usianya masih muda,dua tahun lebih muda dari saya. Kalau saya sekarang umurnya 21 tahun maka dek Dirsta Alifia yang merupakan penulis novel ini umurnya 19 tahun. Saya suka gaya dek Dirsta Alifia dalam menulis novel ini yang terlihat luwes,singkat,jelas dan padat.

Namun,alur maju mundur dari novel ini membuat saya agak sedikit bingung hingga membuat saya untuk lebih konsentrasi dalam membaca novel ini. Walaupun novel ini bercerita tentang percintaan tapi tak melulu bercerita tentang itu saja. Novel ini cocok dibaca untuk para pecinta novel lokal bergenre romance untuk lebih menyelami kisah Gilang & Saras. Tapi saat baca novel ini jangan baper dan teringat mantan beserta kenangannya ya. Soalnya kalau kalian baper dan teringat mantan kalian bakal susah move on dan sulit untuk menatap masa depan.

Novel Rewrite karya dek Disrta Alifia ini menceritakan tentang cinta pada pandangan dan tentang kesempatan kedua. Saras Widjaya yang merupakan tokoh di dalam novel ini memiliki sikap penyayang, punya rasa percaya diri yang tinggi, pantang menyerah, gigih & rajin. Tokoh lainnya yaitu Gilang Ranggala yang suka cemburu, egois, penyayang, suka menolong, ceroboh, gigih & pantang menyerah. Latar tempat dari novel ini ada di 3 kota yang berbeda yaitu Jakarta, Solo dan London. Kalau menurut saya latar tempat inilah yang membuat novel ini menarik.

Pesan yang saya dapatkan setelah membaca novel ini adalah sebagai seorang kakak,alangkah baiknya kita menyayangi dan melindungi adik kita. Seperti Saras yang sangat menyayangi kedua adiknya yaitu Citra & Kirana. Nilai pendidikan dari novel yaitu walaupun kita tidak bisa menempuh pendidikan yang kita inginkan bukan berarti kita harus menyerah karena kita bisa menempuh pendidikan yang lainnya yang akan bermanfaat bagi masa depan dan bisa membanggakan orang tua. Sedangkan nilai budaya dari novel ini yaitu terdapat percakapan yang menggunakan Bahasa Jawa di dalam novel ini. Adapula nilai sosial dari novel ini yaitu kita bisa mencontoh Gilang yang rela menyisihkan uangnya untuk pengemis yang membutuhkan uang.

Kalau menurut saya, kelebihan dari novel ini adalah gaya bahasa dan pemilihan kata dalam novel ini terlihat sangat luwes dan novel ini seperti mendengarkan cerita seseorang dalam kehidupan sehari-hari dan konflik dalam novel ini juga tentang seputar kehidupan sehari-hari. Ternyata ada juga kekurangan di dalam novel ini. Kalau menurut saya kekurangan dari novel ini adalah alur maju mundur di dalam novel ini agak sedikit membingungkan sehingga kita harus dalam keadaan konsentrasi serta teliti agar bisa membaca novel ini dan menikmati jalan cerita di dalam novel ini.

Pic by Farida Asadi

Komentar

Posting Komentar

Popular Post

#BukaInspirasi Bersama Nyi Penengah Dewanti

Mengenalkan Teknologi Pada Anak Sejak Usia Dini, Yay Or Nay?

Cuma 9 Rupiah, Naik Bus Trans Semarang Bayar Pakai Go Pay