Rabu, Februari 15, 2017

Wisata Impian Mendaki Puncak Tertinggi di Pulau Jawa

- Februari 15, 2017
Neetip
Pic by Neetip
Mendaki gunung mungkin adalah keinginan saya sejak dulu waktu masih SMP. Dulu waktu kemah ke bumi perkemahan Jodhipati Plantungan. Karena di sana itu daerah dataran tinggi yang dekat dengan pegunungan.

Saat itu saya juga senang sekali karena masih bisa ikut hiking. Mulai dari menyusuri hutan di sekitar Plantungan, outbond, menyeberangi jembatan besi yang hampir roboh, hingga mandi di sungai yang airnya jernih dan banyak batu-batunya.

Saat masa SMK, saya juga ikut kemah. Lokasi kemah berada di desa Kediten, kecamatan Plantungan, kabupaten Kendal, provinsi Jawa Tengah. Waktu itu saya tidak ikut muncak ke pegunungan perahu. Agak kecewa sih tapi ya bagaimana lagi. Kondisi saya waktu itu tak memungkinkan untuk ikut muncak. Tapi dari desa Kediten saja sudah banyak pengalaman yang saya dapatkan mulai dari pemandangan hingga keramah tamahan warga desa Kediten.

Karena kondisi fisik saya kadang lemah dan tidak stabil jadi keinginan saya untuk naik-naik ke puncak gunung mulai terabaikan. Tapi setelah menonton film 5 CM yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Raline Shah, Herjunot Ali, Igor Saykoji, Pevita Pearce, dan Denny Sumargo maka saya jadi ingin muncak lagi.

Adegan yang paling saya suka adalah saat mereka naik-naik ke puncak gunung paling tinggi di Pulau Jawa. Yaitu ke puncak Mahameru 3676 mdpl. Setelah nonton film 5 CM saya jadi kepengen naik-naik ke puncak gunung tertinggi di pulau Jawa.

Ada beberapa tempat saat menuju puncak mahameru yaitu Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Kalimati, Arcopodo, dan puncak Mahameru. Tak hanya itu saja, saya juga membaca novel 5 CM karya Dhonny Dhirgantoro yang sudah diangkat ke layar lebar yang sudah saya tonton tersebut. Saya makin penasaran dan saya ingin sekali ke puncak Mahameru serta merasakan asiknya mendaki gunung Semeru.
Mahameru
Pic by Farida Ummu Rohmah
Gunung Semeru adalah sebuah gunung yang berada di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 (mdpl). Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Beberapa bulan yang lalu, saya melihat foto adik kelas saya sedang muncak ke gunung Semeru di salah satu media sosialnya. Dari situ saya semakin ingin muncak ke gunung Semeru.  For your Information nih, Ternyata diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pergi-pulang.

Untuk mendaki gunung dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal Kota Malang naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan jeep atau truk/pickup yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp20.000,00 hingga Pos Ranu Pani.

Setelah sampai di gapura "selamat datang", kemudian perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, tapi jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang.

Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus.
Semeru
Pic by Farida Ummu Rohmah
Menurut informasi yang saya dapatkan dari Wikipedia Indonesia, berikut ini adalah tempat atau pos-pos yang harus ditempuh untuk mencapai puncak Mahameru :

1. Ranu Kumbolo

Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 15 ha.
Ranu Kumbolo
Pic by Farida Ummu Rohmah
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo.
Ranu Kumbolo
Pic by Farida Ummu Rohmah
2. Tanjakan Cinta

Tanjakan Cinta merupakan jalan setapak menuju bukit, dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Letaknya tepat setelah Ranu Kumbolo menuju Oro-oro Ombo. Saat melewati Tanjakan Cinta, para pendaki dihimbau untuk tidak menoleh ke belakang. Karena mitosnya kalau menoleh, konon kamu akan putus cinta! Hubungan kamu dan pacarmu akan end alias berakhir putus.
Tanjakan Cinta
Pic by Farida Ummu Rohmah
Namun setelah kalian melewati Tanjakan Cinta dan tiba di atas bukit, rasa penasaran itu dijamin terbayar sudah. Ranu Kumbolo terbentang indah, tampak sangat cantik dari ketinggian. Pepohonan hijau yang mengelilinginya sangat menyejukkan mata.

3. Kalimati
Kalimati
Pic by Farida Ummu Rohmah
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.

4. Arcopodo

Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

5. Puncak Mahameru
Mahameru
Pic by Farida Ummu Rohmah
Mahameru
Pic by Farida Ummu Rohmah
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah.

Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Mahameru
Pic by Farida Ummu Rohmah

Mahameru
Pic by Farida Ummu Rohmah
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor. Pasti saya akan merasa senang apabila saya bisa berdiri di atas awan, di puncak Mahameru. Puncak tertinggi di pulau Jawa. Saat hari Kemerdekaan RI, banyak para pendaki yang melaksanakan upacara pengibaran bendera sang saka merah putih di puncak Mahameru.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba NEETIP Blog Competition

19 komentar:

  1. Mendaki gunung ini tantangannya luar biasa ya. Fisik saya mah nggak kuat untuk daki gunung gini, haha... Keren, mba.

    BalasHapus
  2. Mahameru ya, jadi inget ekspresi bang Fedi Nuril pada malam hari di bawah taburan bintang Ranu Kumbolo. :D

    Dulu saya juga sempet pengen banget ke sono, Semeru. Gara-gara film 5cm.

    BalasHapus
  3. MasyaAlloh keren banget mba pemandangannya, tiap perjalanan pasti ada pengalaman serunya ya.
    Belum pernah sih naik gunung, paling hanya kemah2 aja, tapi seru juga kali ya kalau bawa anak2, bisa menunjukkan keindahan alam Indonesia.

    BalasHapus
  4. Aduh ranu kumbolo, dulu denger nama itu dari SD. Tapi gak pernah kesampaian kesana. Indah dan bahagianya kalau sampai ke mahameru.

    BalasHapus
  5. Kemarin waktu ke Bromo, lihat si Semeru ini. Masya Allah... indah banget ya pemandangannya. Ceritanya juga luar biasa, kalau saya sih dibayari juga gak mau naik gunung yang kaya gitu... hihii... Paling nyari yang kaya Bromo aja yg ramah turis dan anak, hee

    BalasHapus
  6. Jadi bermimpi, pengen juga bisa mendaki gunung kayak gitu.
    Padahal jalan 1KM aja mau pingsan hahaha.
    Apa daya, impian segunung, tenaga tidak mumpuni 😂

    BalasHapus
  7. Aaah msh jd impianku buat naek ke Mahameru... sama mba gara2 novel 5CM jaman dulu itu... Aku mupeng mbaa 😍

    BalasHapus
  8. Suami masih ngajakin terus mendaki Semeru sekeluarga. Anak-anak mah pada semangat. Tinggal saya yang masih mikir hehehe

    - Myra -

    BalasHapus
  9. Mahameruuuu... pengen banget kesini saat kuliah dulu tapi nggak kesampaian...jangankan Mahameru, Bromo aja yg deket belum pernah aku kesana...hehehe... keren sekali pemandangannya mbak...

    BalasHapus
  10. Hidup bagaikan mendaki gunung yang tidak boleh menyerah.

    Pelajaran saat mendaki gunung , akan putus dengan pacar di tanjakan cinta ,ngeri ngeri sedap. Tapi itulah catatan sebuah pelajaran para pendaki yang kita bisa belajar .

    BalasHapus
  11. Pertama dan terakhir kali naik gunung itu pas lulus kuliah, naik puncak Papandayan yang tingginya cuma 2000-an. Itu aja udah hampir menyerah. Sekarang, udah gak kuat kalo diajak muncak lagi. Udah jompo.. huhu..

    BalasHapus
  12. Aku cuma pernah sampai ranu kumbolo mbaa, itu pun waktu masih kuliah. kalau sekarang sih kibarkan bendera putih aja hahaha

    BalasHapus
  13. Aku sekali doang pernah naik gunung mom. Sampe skrg belum pernah lagi, butuh kekuatan fisik banget kalo naik gunung.

    BalasHapus
  14. wah baru tahu ni mba ternyata ada bagian2 dan ada namanya tersendiri kalau daki gunung :p

    emang film 5 cm bikin mupeng daki gunung, tapi aku mah ga sanggup mba wkwkwk maklumlah :p

    BalasHapus
  15. Lihat beberapa teman main ke gunung itu bikin pengen banget tapi belum memiliki keberanian untuk main ke gunung. Karena lebih senang main ke pantai sih kalau aku.

    BalasHapus
  16. salut dengan kaum hawa yang sering naik gunung
    saya belom pernah
    duh penasaran banget
    tapi sekarang udah emak emak gini apa masih sanggup
    jalan jauh aja capek hehe

    BalasHapus
  17. hebat mbak sama hobi dan aktifitasnya.. aku skarang berasa udah renta aja nih, jalan kaki seputaran gang aja rasanya udah capek, gimana kalau naik gunung kayak gitu ya hehehe

    BalasHapus
  18. wah terinspirasi film 5 cm ya? keren nih Mba Farida bisa mendaki gunung begini, bikin saya terkagum2.. katanya kalo sering manjat gunung begini tubuh kita jadi sehat yaa.. rasa lelah pun terbayarkan begitu tiba di puncak :)

    BalasHapus
  19. Mbak kamu hebaaat. Aku belum pernah naik gunung dan merasa ga PD untuk naik gunung hahaha. Apalagi sekarang punya anak. Plesiran yang santai aja deh hihi

    BalasHapus

 

Farida Asadi Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea