Rabu, Januari 04, 2017

Ada Banyak Cerita dan Pengalaman Berharga Bersama Keponakan Tercinta

- Januari 04, 2017
Karang Madhani
Saya dan Keponakan Saya. Pic by Farida Asadi
Mempunyai seorang anak adalah kebahagian yang tak terhingga. Anak adalah harapan. Setiap orang pasti menginginkan punya anak. Entah itu laki-laki atau perempuan. Anak adalah anugerah, karunia dan titipan dari Allah SWT. Maka dari itu jika kalian sudah punya anak, kalian harus bersyukur dan merawat serta menyayangi anak kalian. Sebab masih banyak orang-orang di luar sana yang belum diberi karuniai seorang anak.

Sebuah rumah rasanya sepi kalau tidak ada kehadiran seorang anak. Rumah pun akan ramai apabila ada seorang anak. Saya belum menikah, jadi saya belum punya anak. Semoga saja saya segera menikah dan dapat dikaruniai seorang anak.

Walaupun saya belum mempunyai anak. Setidaknya saya bisa merawat anak dengan baik. Mula-mulanya memang tidak bisa tapi lama kelamaan bisa. Karena lima tahun yang lalu kakak ipar saya melahirkan anak laki-laki. Saya senang karena kakak ipar dan bayi laki-lakinya selamat. Sewaktu proses melahirkan, saya menunggui kakak ipar saya dengan didampingi kakak dan ibu saya.

Proses persalinan normal dan tidak operasi. Sehingga proses persalinan dilakukan di bu bidan tetangga desa. Saya menyaksikan sendiri proses melahirkan tersebut. Saya merinding dan takut hingga akhirnya saya menangis. Saya baru tahu, melihat dan mengerti betapa sakit dan susahnya untuk melahirkan seorang anak.

Saat keponakan saya berusia 3 bulan, saya sering mengajaknya jalan-jalan sambil mencari panas matahari di pagi hari. Saya menggendong keponakan saya menggunakan selendang sambil jalan-jalan berkeliling kampung. Ada banyak sekali orang mengatakan kalau matahari pagi itu baik untuk kesehatan tulang. Cahaya matahari yang baik untuk kesehatan adalah rentang waktu antara pukul 07.00 - pukul 09.00.

Waktu itu saya masih kelas 11 SMK, kakak ipar memutuskan untuk bekerja dan meninggalkan anaknya di rumah. Di rumah, keponakan saya tersebut di asuh oleh ibu saya. Saya sebenarnya tidak rela karena ibu sudah susah berjalan dan sering sakit kenapa harus mengasuh keponakan saya tersebut.

Setelah pulang sekolah, biasanya saya langsung mengasuh keponakan saya. Mulai dari mengajak dia bermain dan memandikan dia. Keponakan saya sudah seperti anak saya sendiri. Kemana-mana selalu bersama dia. Entah itu ke warung atau ke tempat yang lainnya.

Saat keponakan saya berusia tiga tahun, dia menangis karena ingin minta sepeda baru. Akhirnya keponakan saya dibelikan sepeda kecil roda empat yang berwarna orange. Walaupun belum bisa naik tapi ya harus naik dan akhirnya saya yang mendorong sepeda itu agar sepeda bisa melaju. Manfaat dari bersepeda untuk anak ternyata sangat banyak. Selain bersepeda saya juga sering mengajak keponakan saya jalan kaki berkeliling desa. Ternyata manfaat olahraga bagi anak banyak juga ya.

Tak hanya menyehatkan bagi orang dewasa, olahraga juga penting dilakukan oleh anak kecil. Olahraga membantu Si Kecil tumbuh dan berkembang dengan sehat. Aktivitas fisik pada anak, dipercaya dapat membangun tulang dan otot yang kuat, mencegah obesitas atau pun kelebihan berat badan, hingga membuatnya lebih mudah menangkap pelajaran sekolahnya. (Sumber : www.alodokter.com)

Keponakan saya masuk sekolah ke PAUD SEMESTA saat berusia tiga tahun. Pertama kali dia berangkat sekolah saya antar dan saya yang menunggui dia di sekolah. Pertama sekolah sih susah banget kalau disuruh ini itu sama gurunya. Mungkin karena keponakan saya masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.

Keponakan saya masih ragu dan malu-malu saat diperintah untuk melakukan sesuatu di sekolah. Lama-kelamaan akhirnya saya tidak menunggui keponakan saya tersebut dan akhirnya saya cuma mengantar saja. Keponakan saya sudah bisa bernyanyi beberapa lagu dan bisa mewarnai. Tapi kalau mewarnai masih keluar dari garis batasnya.

Saat umur tiga tahun, keponakan saya latih untuk mengaji Al-Qur'an. Pertama kali yang saya ajarkan adalah huruf Hijaiyah. Alif, Ba, Ta dan seterusnya sampai Ya'. Saya senang sekali karena saya bisa mengajar keponakan mengaji. Walaupun pada akhirnya keponakan saya mengaji di rumah Bapak Ustadz di desa saya.

Saya paling benci kalau keponakan susah untuk diajak mandi. Padahal mandi bermanfaat untuk membersihkan badan dari kotoran yang menempel di badan agar badan kita jadi bersih dan sehat. Maka dari itu saya punya inisiatif untuk mengajak keponakan saya mandi sambil bermain. Dan hasilnya keponakan saya pun akhirnya suka bila diajak mandi sambil bermain.

Dari waktu ke waktu saya masih terus menyayangi keponakan saya seperti anak saya sendiri. Saya paling sedih kalau keponakan sakit. Soalnya seharian full minta digendong dan menangis terus. Saya hanya bisa berdo'a semoga keponakan saya tetap sehat dan tidak jatuh sakit.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Happy Mom Giveaway di www.yas-marina.net

0 komentar:

Posting Komentar

 

Farida Asadi Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting