Kamis, Agustus 16, 2018

Sosialisasi Aplikasi Mobile dan Media Sosial untuk Mendukung Kendal Smart City

Edit Posted by with 6 comments
Foto Bersama Dinas Kominfo Kota Kendal, Komunitas Blogger Kendal, dan Komunitas Instagram Kendal. Pic from Nyi Penengah Dewanti.
Smart City mungkin suatu hal yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Smart City juga pernah menjadi tema dalam lomba blog beberapa waktu yang lalu. Lalu apa sih itu Smart City? Menurut bahasa, Smart City diartikan kota cerdas atau kota pintar. Dan saya merasa bahagia karena kota Kendal masuk dalam 100 kota Smart City se - Indonesia di Tahun 2018 ini.

Eits, apakah sobat sudah tahu dimana letak Kota Kendal? Kota Kendal letaknya berbatasan dengan Kota Semarang dan Kota Batang. Walaupun dekat dengan Kota Semarang tidak serta merta membuat Kota Kendal dikenal oleh semua orang. Nyatanya, banyak teman saya dari luar kota yang belum tahu sama sekali tentang Kota Kendal. Apalagi saat saya akan belanja online dan online shop tersebut tidak mengetahui dimana letak Kota Kendal. Di situlah kadang saya merasa sedih.

Padahal kota Kendal memiliki wilayah yang luas yaitu 1.002, 23 km2 atau 100.223 hektar. Topografi Kota Kendal dibagi menjadi 3 bagian yaitu daerah pegunungan atau yang paling selatan dengan ketinggian 2.579 mdpl, daerah perbukitan sebelah tengah dan daerah dataran rendah di sebelah utara dengan ketinggian 10 mdpl. Dengan luas wilayah dan topografi tersebut maka banyak wisata alam yang ada di kota Kendal namun sayangnya belum diketahui orang banyak.

Wisata alam yang ada di Kendal sangat beragam seperti Goa Kiskendo di Singorojo, Curug Lawe Secepit di Limbangan, Kebun Teh Medini di Limbangan, Curug Sewu di Sukorejo, Pantai Cahaya di Weleri, Wisata Air Rowo Bladon di Brangsong, Pantai Ngebum di Kaliwungu dan masih banyak lagi. Tapi sangat disayangkan apabila pesona wisata alam tersebut tidak diketahui oleh banyak orang. Beruntungnya di masa modern ini ada sosial media. Sehingga para anak muda di Kota Kendal memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan wisata alam Kendal yang belum diketahui orang banyak.

Kabar gembira datang saat Dinas Komunikasi dan Informatika mengundang Komunitas Blogger Kendal dan Komunitas Instagram Kendal untuk mengikuti acara Sosialisasi Aplikasi Mobile dan Media Sosial untuk Mendukung Kendal Smart City di kompleks area perkantoran Pendopo Kabupaten Kendal, pada hari Senin, tanggal 30 Juli 2018. Kabar baik yang lainnya adalah Kota Kendal sudah memiliki aplikasi mobile Kendal Smart City yang bisa didownload di Google Play atau Apps Store.
Aplikasi Kendal Smart City Bisa Didownload di Google Play atau Apps Store. Pic from Play Store.
Bapak Drs. Muryono, SH, M,Pd selaku Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kendal menyampaikan seputar Kendal Smart City saat acara sosialisasi tersebut. Adapula Bapak Ardian Yuniarko yang menyampaikan seputar sinergitas netizen dan pemkab terhadap informasi publik.
MC dan Narasumber. Pic by Farida Asadi.
Gerakan menuju 100 Smart City merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan. Gerakan ini bertujuan untuk membimbing kota dalam menyusun masterplan smart city agar bisa memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam  meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah. Dan kota Kendal termasuk di dalam 100 kota smart city dari 514 kota di Indonesia.

Lalu apa nih latar belakang Kendal menuju Smart City? Latar belakang Kendal menuju Smart City yaitu tuntutan untuk mewujudkan kota dengan lingkungan tempat tinggal yang layak dan inovatif. Serta tantangan kemiskinan, kesenjangan sosial, polusi udara hingga berkurangnya sumber daya alam. Maka strategi Kendal menuju Smart City yaitu pembangunan berbasis Smart City di Kota Kendal seperti mengedepankan efisiensi birokrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta membangun masyarakat dengan infrastruktur dan sarana TIK sebagai faktor pendukung.

Salah satu upaya Kendal menuju Smart City yaitu pemerintah Kota Kendal yang responsif dan transparan terhadap pelayanan dan pengaduan masyarakat dengan berbagai kanal seperti,

a. Facebook lapor Kendal

b. Twitter @lapor_kendal

c. Website www.lapor.go.id

d. Surat ke PO BOX lapor Kendal

e. Suara warga di website www.kendalkab.go.id

f. Datang langsung ke media center Dinas Kominfo Kota Kendal

Dinas Kominfo Kota Kendal mengajak Komunitas Blogger Kendal dan Komunitas Instagram Kendal untuk menjadi mitra pemerintah daerah seperti memberi saran dan usulan, publikasi informasi seputar kota Kendal, branding kota Kendal hingga menangkal berita hoax. Itulah sedikit hal yang dapat saya sampaikan saat mengikuti Sosialisasi Aplikasi Mobile dan Media Sosial untuk Mendukung Kendal Smart City.

Jumat, Agustus 10, 2018

5 Hal Unik dari Kadeso Desa Wisata Lerep

Edit Posted by with 10 comments
Pic by Farida Asadi
Desa Wisata Lerep adalah desa yang terletak di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Yang unik dari Desa Wisata Lerep adalah letaknya yang lumayan dekat dengan alun-alun Ungaran dan juga dekat dengan Gunung Ungaran. Udara sejuk menambah nilai plus bagi Desa Wisata Lerep. Apalagi dengan adanya berbagai macam destinasi wisata di Desa Wisata Lerep seperti Watu Gunung yang merupakan destinasi wisata yang populer dan sudah diketahui oleh banyak orang.

Sejak tahun 1973, Desa Wisata Lerep rutin mengadakan Kadeso. Lalu apa itu Kadeso? Kadeso adalah singkatan dari sedekah wong deso (sedekah orang desa). Tradisi Kadeso di Desa Wisata Lerep ini tetap diselenggarakan hingga sampai saat ini. Tradisi Kadeso di Desa Wisata Lerep ini merupakan tradisi dimana hasil panen dari Desa Wisata Lerep dikumpulkan menjadi satu lalu dibentuk menjadi gunungan kemudian diarak keliling desa. Setelah itu gunungan yang berisi sayur, buah, dan nasi tumpeng akan dimakan secara bersamaan setelah selesai diarak keliling desa.

Kadeso Desa Wisata Lerep merupakan bentuk syukur dari warga Desa Wisata Lerep atas segala hasil panen yang melimpah, rejeki yang melimpah, dan atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Semua orang yang ada di Desa Wisata Lerep harus bahagia dan bersuka ria dalam Kadeso Desa Wisata Lerep. Semua warga tidak boleh sedih karena Kadeso Desa Wisata Lerep adalah pesta bagi semua warga Desa Wisata Lerep dan semua yang hadir di Kadeso Desa Wisata Lerep.

Kadeso Desa Wisata Lerep diselenggarakan satu tahun sekali setiap hari Rabu Kliwon setelah panen. Seiring berkembangnya zaman, karena saat ini di Desa Wisata Lerep para warganya tidak hanya berprofesi sebagai petani maka Kadeso Desa Wisata Lerep tidak lagi diselenggarakan setelah panen. Sehingga Kadeso Desa Wisata Lerep diselenggarakan pada hari Rabu Kliwon Bulan Agustus sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, jika di bulan Agustus tidak ada hari Rabu Kliwon, maka Kadeso Desa Wisata Lerep akan diselenggarakan pada hari Rabu Kliwon di bulan Juli.

Ada beberapa hal yang unik dari Kadeso Desa Wisata Lerep. Berikut ini adalah 5 hal unik dari Kadeso Desa Wisata Lerep :

1. Kadeso Desa Wisata Lerep Diselenggarakan Selama 4 Hari

Di tahun 2018 ini, Kadeso Desa Wisata Lerep diselenggarakan selama 4 hari berturut-turut tepatnya tanggal 5 Agustus 2018 - 8 Agustus 2018. Pada hari Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 19.30 WIB, diselenggarakan pementasan drum black dan rebana. Sedangkan hari Senin, tanggal 6 Agustus 2018, pada pukul 19.30 WIB diselenggarakan pementasan sendra tari, geguritan bocah dan calung angklung. Berikutnya adalah pada hari Selasa, tanggal 7 Agustus 2018 pukul 20.00 WIB diselenggarakan pementasan Seni Karawitan. Dan puncak acara dari Kadeso Desa Wisata Lerep adalah pada hari Rabu, tanggal 8 Agustus 2018. Pada puncak acara Kadeso Desa Wisata Lerep inilah mulai digelar berbagai macam acara, dari acara Kirab Budaya, Gepuk Bumbung, Kenduren Wilujengan hingga Pagelaran Wayang Kulit mulai pukul 08.00 WIB sampai dini hari (menjelang pagi).

2. Tradisi Kirab Budaya Desa Wisata Lerep

Tradisi Kirab Budaya Desa Wisata Lerep adalah pawai berkeliling Desa Wisata Lerep yang diikuti oleh semua warga Desa Wisata Lerep mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Semuanya ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hal yang unik dari Tradisi Kirab Budaya Desa Wisata Lerep adalah semua warga membawa makanan dan hasil bumi Desa Wisata Lerep. Ada buah-buahan, sayuran, hingga nasi tumpeng dan lauk pauknya. Hal yang tak kalah menarik adalah para peserta Kirab Budaya Desa Wisata Lerep sangat kompak dalam keikutsertaan mengikuti Kirab Budaya ini dengan memakai kebaya, batik dan lurik.
Anak-Anak Memakai Kebaya dan Batik dalam Kirab Budaya Desa Wisata Lerep. Pic by Farida Asadi.
Para Ibu Membawa Nasi Tumpeng dan Lauk Pauk dalam Kirab Budaya Desa Wisata Lerep. Pic by Farida Asadi.
Yang patut diacungi jempol adalah semua warga Desa Wisata Lerep ikut serta dalam mengikuti Kirab Budaya ini. Lalu apa alasan warga Desa Wisata Lerep sangat kompak dalam segala hal tentang Desa Wisata Lerep terutama saat pawai Kirab Budaya ini? Bapak Sumaryadi selaku Kepala Desa Wisata Lerep mengatakan, alasan utama warga Desa Wisata Lerep kompak dalam segala hal adalah karena semua warga Desa Wisata Lerep mempunyai filosofi "Guyup Rukun Cancut Tali Wandha Sak Yet Sak Eko Kapti Mbangun Deso" yang artinya guyub dan rukun dalam mengencangkan tali persatuan untuk membangun desa. Satu ide, satu pikiran, dan satu tujuan untuk maju bersama membangun desa mulai dari perangkat desa dan seluruh warga Desa Wisata Lerep.
Yang tak kalah menarik adalah piala penghargaan bagi Desa Wisata Lerep yang patut dibanggakan. Seperti Juara 1 Desa Ternak Se-Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013, Juara Umum Desa Wisata Se-Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017, dan Juara 2 ProduK UMKM di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Piala Penghargaan tersebut juga diarak keliling desa dalam memeriahkan Kirab Budaya Desa Wisata Lerep. Ada juga kesenian yang ditampilkan di acara Kirab Budaya Desa Wisata Lerep seperti Drum Band TK Lestari, Kesenian Drum Black, Rebana, hingga Kesenian Kuda Lumping.
Piala Penghargaan Prestasi Desa Wisata Lerep Ikut Dalam Kirab Budaya Desa Wisata Lerep. Pic by Farida Asadi.
Kesenian Kuda Lumping Dalam Acara Kirab Budaya Desa Wisata Lerep. Pic by Farida Asadi.
3. Tradisi Gepuk Bumbung

"Gepuk" artinya memecah, memukul. Sedangkan "Bumbung" artinya Bambu. Jadi dapat disimpulkan Gepuk Bumbung adalah memecah bambu. Tradisi Gepuk Bumbung adalah tradisi menabung bagi warga Desa Wisata Lerep. Setiap warga Desa Wisata Lerep yang mempunyai uang sisa dari belanja berupa uang receh maka uangnya dimasukkan ke dalam bambu.
Bumbung yang Siap Digepuk. Pic by Farida Asadi.
Setiap rumah di Desa Wisata Lerep mempunyai 1 Bumbung yang akan diisi uang untuk ditabung dan Bumbung tersebut diberi nama dan alamat lengkap sehingga saat acara Gepuk Bumbung tidak akan keliru dengan Bumbung milik warga yang lain. Nah, sebagai warga negara yang sadar pajak, maka saat memasukkan uang ke dalam bambu maka dimasukkan juga SPPTPBB. Bambu yang berisi uang dan SPPTPBB tersebut akan dipecah saat acara Kadeso Desa Wisata Lerep. Bambu tadi akan dipecah dengan palu kemudian uangnya dihitung oleh panitia dan disaksikan oleh yang mempunyai Bumbung. Kemudian uang tersebut digunakan untuk membayar pajak PBB. Apabila sudah membayar pajak dan uangnya masih sisa maka uang tersebut akan dibagikan kepada anak cucu untuk digunakan membeli jajanan saat pagelaran wayang kulit di Desa Wisata Lerep digelar. Hal ini bertujuan supaya para pelaku UMKM di Desa Wisata Lerep bisa memperoleh keuntungan karena sudah berjualan pada momen Kadeso Desa Wisata Lerep.
Prosesi Gepuk Bumbung. Pic by Farida Asadi
Sebenarnya tradisi Gepuk Bumbung sudah ada sejak dulu namun hilang. Maka sejak tahun 2017 acara Tradisi Gepuk Bumbung ini kembali diadakan. Namun, saat itu masih tahap percobaan dan sosialisasi saja sehingga belum begitu meriah. Jika tahun 2018 ini acara tradisi Gepuk Bumbung sudah meriah maka tahun depan akan lebih meriah lagi.
Prosesi Menghitung Uang Untuk Membayar Pajak PBB. Pic by Farida Asadi
4. Tradisi Kenduren Wilujengan

Kenduren Wilujengan berasal dari kata "Kenduri" dan "Wilujeng". "Kenduri" artinya pesta. Dan "Wilujeng" artinya selamat datang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Kenduren Wilujengan adalah pesta selamat datang untuk semua yang hadir di Kadeso Desa Wisata Lerep.
Mara Solehah (Blogger Semarang) Saat Mengikuti Tradisi Kenduren Wilujengan. Pic by Farida Asadi.
Setelah acara Kirab Budaya dan Gepuk Bumbung, acara selanjutnya adalah Kenduren Wilujengan. Semua warga Desa Wisata Lerep berkumpul untuk menyantap makanan dan hasil bumi yang tadi sudah diarak keliling desa saat pawai Kirab Budaya Desa Wisata Lerep. Sebelum menyantap makanan maka para warga harus berdoa terlebih dahulu.
Salah Satu Nasi Tumpeng yang Ada di Kenduren Wilujengan. Pic by Farida Asadi.
Gunungan Hasil Bumi di Kenduren Wilujengan. Pic by Farida Asadi.
Ada berbagai macam jenis makanan yang siap disantap seperti nasi tumpeng, ayam goreng, ikan asin, telur, jagung, dan berbagai macam buah-buahan. Semua warga Desa Wisata Lerep menyantap makanan di acara Kenduren Wilujengan ini. Dan bagi warga Desa Wisata Lerep yang tidak bisa hadir maka makanan akan diantar ke rumah. Semua orang yang hadir wajib menyantap segala macam hidangan yang ada di tradisi Kenduren Wilujengan ini termasuk para tamu yang diundang dalam acara Kenduren Wilujengan.
Semua Warga Desa Wisata Lerep Menikmati Hidangan Kenduren Wilujengan. Pic by Farida Asadi.
Semua Warga Bersuka Ria Menikmati Makanan di Kenduren Wilujengan. Pic by Farida Asadi.
5. Pagelaran Wayang Kulit

Setiap kali acara Kadeso Desa Wisata Lerep diadakan maka harus wajib ada Pagelaran Wayang Kulit. Kenapa demikian? Sebab, melalui Pagelaran Wayang Kulit inilah sebagai salah satu media dakwah dan media berkumpul. Pagelaran Wayang memiliki nasihat dan pitutur luhur dalam kegiatan sehari-hari. Sehingga Pagelaran Wayang Kulit pasti ada dalam Kadeso Desa Wisata Lerep.
Pagelaran Wayang Kulit di Desa Wisata Lerep. Pic by Farida Asadi.
Musik Gamelan Pengiring Pagelaran Wayang Kulit. Pic by Farida Asadi.
Yang menarik dari Pagelaran Wayang Kulit Desa Wisata Lerep di tahun 2018 ini adalah karena Pagelaran Wayang Kulit tidak hanya digelar pada malam hari saja. Namun digelar pada sore hari hingga malam hari menjelang pagi. Para warga pun sangat antusias sekali saat menonton Pagelaran Wayang Kulit ini. Para warga Desa Wisata Lerep sangat senang karena saat Pagelaran Wayang Kulit di malam hari turut hadir Bapak Ganjar Pranowo yang merupakan Gubernur Provinsi Jawa Tengah.
Para Warga Menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit. Pic by Farida Asadi.
Bapak Ganjar Pranowo Hadir Dalam Acara Pagelaran Wayang Kulit di Desa Wisata Lerep. Pic by Farida Asadi.
Menarik sekali kan? Itulah 5 hal unik dari Kadeso Desa Wisata Lerep. Jika kalian tertarik ingin datang ke Desa Wisata Lerep langsung saja ke Desa Wisata Lerep dan kalian juga bisa mengunjungi destinasi wisata Desa Wisata Lerep seperti Watu Gunung.

Selasa, Agustus 07, 2018

Satu Nama Dalam Satu Do'a

Edit Posted by with 2 comments
Pic by Pexel, edited by Farida Asadi
Untukmu,
Lelaki Bernama Santosa
Nama yang Kusebut Dalam Doa

Aku tak pernah menduga kita bisa berjumpa, berjabat tangan lalu saling mengenal lebih dalam. Lantai dua tempat magang kita menjadi saksi tentang curhatan dan gurauan kita saat masih di bangku SMK. Apakah saat itu aku langsung menyukaimu? Tentu saja tidak, aku menyukaimu bukan karena cinta pada pandangan pertama seperti dalam cerita novel yang kubaca. Aku menyukaimu karena kebersamaan kita, hari-hari yang kita lalui selama satu bulan di tempat magang. Lalu setelah itu kita berpisah dan tidak pernah berjumpa kembali. Apakah aku sedih dengan perpisahan itu? Ah, ya, tentu saja. Bagaimana aku tidak sedih jika aku sudah tidak bisa bertemu denganmu lagi setelah perpisahan itu.

Aku suka caramu mengejekku sambil bergurau. Ah, ya, aku memang tidak cantik seperti wanita pada umumnya. Mungkin itulah alasan kenapa kamu mengejekku. Aku suka saat kita bercerita tentang jurusan kita di sekolah. Aku anak RPL dan kamu anak TKJ. Membicarakan seputar pelajaran di sekolah dan cita-cita masa depan. Waktu itu kamu marah karena aku membahas umur. Padahal umurku dan umurmu hanya terpaut 2 tahun. Kenapa kamu marah? Apakah aku salah? Aku kan hanya menyebutkan fakta jika kamu memang lebih tua dua tahun dariku. Benar begitu kan?

Kendal - Semarang bukanlah jarak yang jauh untuk ditempuh. Lalu kenapa kita tidak bisa juga untuk berjumpa? Apakah kamu sengaja menghindar atau kamu tidak ingin berjumpa denganku lagi? Apakah kamu membenciku jika ternyata kamu tahu kalau aku menyukaimu? Suka atau cinta itu urusanku. Aku mencintaimu dan menyayangimu tanpa pernah kamu tahu karena aku hanya menyimpan rasa ini untukku saja. Aku tak mau pertemanan kita rusak begitu kamu tahu kalau aku menyukai dan mencintaimu.

Waktu berjalan begitu cepatnya hingga kemudian kamu sudah tidak di Semarang lagi. Kamu memilih berkarier menjadi tentara yang mengabdi untuk negeri kita tercinta ini, sama seperti ayah dan kakak laki-lakimu. Kamu ditugaskan ke luar pulau Jawa tepatnya di Kota Barabai. Lalu apakah aku harus ke Barabai agar aku bisa berjumpa denganmu? Tentu saja hal itu pernah terlintas di benakku. Ingin menyusulmu dan ingin bekerja di Barabai sana agar bisa dekat denganmu. Tapi aku sadar, kalau aku melakukan hal itu berarti aku bodoh. Buat apa aku menghamburkan uang hanya untuk menyusulmu jika kamu tetap berusaha menghindarku. Untungnya aku tidak sebodoh itu.

Tapi ternyata aku memang bodoh. Kenapa aku terus saja menyebut namamu dalam setiap doaku agar aku dan kamu menjadi satu dalam suatu ikatan yang sah yaitu ikatan pernikahan. Terdengar bodoh memang karena aku selalu berharap bahwa kamulah yang akan menjadi suamiku serta imamku suatu saat nanti. Aku berharap kamulah jodohku hingga ajal menjemputku.

Aku ingat saat kamu selalu ingat untuk sholat lima waktu tepat waktu. Aku juga ingat saat kita berbuka puasa bersama walaupun hanya dengan air mineral dan roti saja. Aku juga ingat saat kamu malu menyapaku karena banyak yang curiga kalau kita saling suka. Padahal itu hanya gosip belaka. Karena nyatanya aku tidak pernah mengatakan langsung kepadamu jika aku mencintai dan menyayangimu. Begitupun dengan kamu, kamu juga tidak pernah mengatakan kalau kamu mencintai dan menyayangiku.

Kata orang, lebih asik dicintai daripada mencintai. Tapi bagiku, lebih bahagia dicintai dan mencintai. Dicintai hanya membuat kita merasa bangga karena ada orang yang menyayangi kita dengan sepenuh hati. Mencintai hanya membuat kita seperti menabur harapan yang terkadang harapan itu palsu. Walaupun memang mencintai saja itu lebih menyakitkan apalagi jika cinta itu tidak terbalas.

Kata orang, jika rindu maka harus bertemu. Aku selalu merindukanmu namun kadang aku tidak ingin berjumpa dengamu. Aku takut jika kamu sudah memilih wanita lain yang akan kamu jadikan sebagai kekasihmu. Waktu itu aku cemburu. Ya, aku cemburu. Sebab waktu itu aku tahu kalau kamu sedang dekat dengan seorang wanita. Tapi aku sadar. Aku bukan siapa-siapa dan aku tidak berhak melarang kamu untuk dekat dengan wanita manapun.

Suatu saat nanti, jika seandainya kita bisa bersama. Apakah kita akan bahagia jika dari awal saja kedua orangtuamu sudah melarangmu untuk dekat denganku? Aku sadar diri. Aku ini siapa dan kamu itu siapa. Aku cuma rakyat jelata dan kamu orang kaya dan berada. Tapi, ingatlah. Cintaku padamu tidak terbatas waktu dan sampai kapanpun aku akan selalu menyayangimu sebagai seorang teman yang pernah membuatku tersenyum untuk waktu yang cukup lama. Hanya waktu yang akan menjawab semua tentang kita. Jika kita tidak bisa bersama. Mungkin Tuhan sudah memilihkan jodoh terbaik untukku. Jika kamu bukan jodohku maka semoga kamu juga akan menemukan jodohmu. Dan jika bisa aku memilih, maka aku akan memilih kamu sebagai jodohku. Jika kamu bahagia dengan jodoh pilihanmu. Maka aku juga harus bahagia dengan jodoh pilihanku. Happiness is for ours. For all.

With Love,


Farida Asadi

Kamis, Agustus 02, 2018

[Book Review] : Cat Meets Vet - Acariba

Edit Posted by with 6 comments
Pic by Farida Asadi

đź’•Identitas Bukuđź’•

Judul Buku : Cat Meets Vet

Penulis : Acariba

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Tahun 2015

Jumlah Halaman : 258 Halaman

ISBN : 978-602-02-7270-2

Harga : Rp.45.000.

Rating : ♡♡♡♡

đź’•Sinopsisđź’•

Apa yang sangat kau benci dalam hidupmu?

Meta, seorang bidan, akan menjawab : kucing jantan-yang mencakar setiap pria-dan seorang playboy

Takdir seakan tak mengerti Meta. Dia pun dipertemukan dengan seorang playboy pemilik masa lalu kelam dengan bantuan seekor kucing yang memiliki kelakuan ajaib

Playboy itu bernama Ega, seorang dokter hewan tampan yang sangat mudah mendapatkan setiap perhatian dari wanita. Playboy yang terluka harga dirinya akibat dari penolakan "seorang" Meta

Mungkinkah Meta-yang pernah mengalami sakit hati karena pengkhianatan pria-melunturkan ego seorang Ega?

đź’•Kalimat Favoritđź’•

Kecantikan seorang wanita akan terlihat saat dia percaya diri akan semua hal yang dia lakukan - Hal 81

Untuk apa sebuah hubungan tanpa ada rasa cinta? Simpati itu bullshit. Sebuah hubungan yang berdasarkan karena simpati saja mirip dengan fondasi beton tanpa besi, rapuh ! - Hal 82

Seandainya cinta itu butuh logika, kenapa rasanya begitu menyakitkan di kepala saat memikirkannya - Hal 186

Pernikahan tanpa cinta itu menyakitkan. Bagaimana caranya hidup bersama tanpa cinta? - Hal 233

Tapi cinta bukanlah sesuatu yang statis. Cinta itu seperti benih. Awalnya dia hanya sebuah biji kecil, nggak terlihat dan nyaris nggak dianggap tapi saat dia dapetin media yang tepat, dia berkembang jadi pohon bahkan berbuah - Hal 237


đź’•Review Bukuđź’•

Meta Prameswari, seorang bidan yang suka merajut, suka lelaki tampan dan sangat amat membenci playboy. Setiap hari, Meta ditemani dengan seekor kucing persia milik sahabatnya. Kucing tersebut bernama Martin. Gara-gara kucing inilah Meta bertemu dengan seorang dokter hewan tampan yang bernama Ega Hanopia. Berawal dari situlah akhirnya Meta dan Ega mulai saling mengenal satu sama lain. Lalu apa jadinya jika Ega menyukai Meta dan ingin menjadikan Meta sebagai kekasih Ega kalau ternyata Meta masih trauma menjalin hubungan percintaan karena Meta masih trauma dengan lelaki yang telah mengkhianatinya?

Ega Hanopia, dokter hewan tampan yang berusia 29 tahun dan merupakan lulusan IPB. Ega itu playboy yang suka bermain-main saja dengan para wanita tanpa adanya komitmen karena Ega tidak benar-benar mencintai para wanita tersebut. Profesi Ega sebagai dokter hewan membawanya bertemu dengan seorang bidan yang memeriksakan kucing persia ke klinik Ega. Kucing Persia itu memiliki kebiasaan buruk yaitu mencakar playboy. Dan ya, karena Ega adalah playboy maka Ega adalah sasaran yang dicakar oleh kucing Persia tersebut. Berawal dari situ, akhirnya Ega & Meta saling mengenal lebih dekat dan ternyata Ega memiliki rasa suka kepada Meta. Tidak ada wanita yang bisa menarik hati Ega Hanopia kecuali Meta. Tapi, apakah Ega sanggup menaklukkan hati Meta yang telah hancur dan rapuh karena dikhianati oleh seorang pria?

Membaca novel Cat Meets Vet karya Acariba ini membuat saya tertawa dengan tingkah lucu si kucing Persia (Martin) yang suka mencakar seorang pria playboy. Membaca novel ini asik karena jalan cerita tidak membosankan. Tema yang diangkat dari novel karya kak Acariba ini yaitu cinta pada pandangan pertama dengan tokoh Ega Hanopia yang ramah dan suka menolong serta Meta Prameswari yang pekerja keras dan penyayang. Novel ini memiliki latar tempat di kota Malang sama seperti novel-novel karya kak Acariba yang lainnya.

Setelah membaca novel ini kita bisa mencontoh Meta yang tetap menuntut ilmu walaupun Meta sedang dilanda rindu. Nilai pendidikan yang bisa kita contoh dari novel ini yaitu kita bisa mencontoh Meta yang tetap bisa menjadi seorang bidan dengan biayanya sendiri saat ia masih kuliah. Adapula nilai sosial yang bisa kita teladani setelah membaca novel ini yaitu kita harus menolong kepada sesama yang lebih membutuhkan seperti Ega yang membantu Meta dalam keadaan sulit.

Rabu, Agustus 01, 2018

[Book Review] : Antologi Rasa - Ika Natassa

Edit Posted by with 4 comments
Pic by Farida Asadi
♡Sinopsis♡

K e a r a

Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
How can we be so different and feel so much alike, Rul?
Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.
Three years of my wasted life loving you.

R u l y

Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

H a r r i s

Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."
Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.

Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

♡Review Buku♡

Keara Tedjasukmana adalah tipe wanita unik yang berprofesi sebagai banker di BorderBank. Keara adalah lulusan NYU (New York University). Saat masih kuliah, Keara harus kehilangan ayahnya karena ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat. Walaupun dilanda kesedihan karena harus kehilangan ayahnya untuk selamanya, tapi Keara tetap tegar dan ceria dan menjalani hidup. Keara ini termasuk dalam golongan mbak-mbak sosialita yang punya sisi berbeda. Mulai dari baca buku, baca dongeng dan cerdas dalam dunia kerja. Kalau biasanya mbak-mbak sosialita itu hobi berbelanja barang branded dan mewah maka si Keara ini unik. Selain hobi berbelanja barang mewah dan branded, Keara ini juga tipe perempuan yang suka menolong saat orang lain membutuhkan bantuan. Saat di Bali, Keara pernah berbincang dengan nenek tua dan memborong semua keripik yang dijual oleh nenek tua tersebut karena Keara merasa simpati kepada nenek tersebut.

Di tempat kerja, Keara memiliki 3 orang teman yang lumayan dekat bahkan menjadi sahabat dekat yaitu Ruly, Harris, dan Denise. Persahabatan mereka berempat (Keara-Ruly-Harris-Denise) sudah terjalin selama empat tahun lebih. Namun mereka berempat tidak terjebak dalam kisah cinta yang rumit melainkan kisah cinta dalam diam yang tidak pernah terungkapkan yang akhirnya malah menjadi rumit.

Keara itu suka dengan Ruly karena Ruly itu cowok baik-baik yang tidak pernah lupa akan kewajibannya untuk menjalankan shalat lima waktu. Ruly juga mempunyai hobi bermain sepakbola dan jogging. Lalu apa sih alasan Ruly mempunyai hobi sepakbola?=>" Elo tahu kenapa gue suka sepakbola? Karena dalam bola, peraturannya jelas : elo bawa bola, elo tendang, kipernya nggak bisa nangkap, elo dapat skor. Kalau mau jadi pemain bagus, elo harus rajin latihan, pintar baca strategi, kerjasamanya jalan sama teman-teman satu tim elo, kompak dan main sportif. Olahraga itu sederhana banget, Key. Lo akan selalu dapat reward yang jelas dari effort yang elo lakukan. Kalau elo main bagus, ya bagus. Kalau elo main jelek, akan selalu ada pemain yang lain yang ngantre untuk gantiin lo. Kalau lo main curang, harus selalu siap terima konsekuensinya dengan dikasih kartu kuning atau kartu merah. Dan nggak ada yang ngalahin perasaan bahagia ketika lo akhirnya mencetak gol. Dahsyat rasanya, Key. Segala keringat, napas yang ngos-ngosan, kaki-kaki yang udah pegal setengah mampus, semuanya nggak ada artinya begitu bola masuk gawang". (Ruly Walantaga) - Hal 47.

Kalau Ruly suka bermain sepakbola. Maka si Keara suka dunia fotografi. Kenapa ya si Keara suka dunia? Apa sih alasannya? => "Karena itu gue suka fotografi, Rul. Hidup ini udah susah. Tapi dengan kamera ini, gue bisa memilih mana yang mau gue ingat dan mana yang nggak" (Keara Tedjasukmana) - Hal 163.

Apa jadinya jika ternyata Ruly tidak menyukai Keara karena Ruly menyukai Denise yang sangat feminim, santun, dan golongan perempuan baik-baik? Tapi Denise sudah menikah dan tetap saja Ruly menyukai Denise dan tidak sedikitpun melirik Keara. Rumit ya, apalagi ternyata si playboy Harris Risjad juga menyukai Keara. Namun, Keara hanya menanggap Harris hanya sebagai sahabat saja. Karena Keara juga tahu betul bagaimana sikap Harris yang sebenarnya. Lalu bagaimana jadinya jika Keara membuat Panji Wardhana terpesona dan jatuh cinta kepada Keara? Siapa yang akan Keara pilih untuk menjadi kekasihnya? Atau Keara akan tetap menunggu sampai Ruly menyadari kalau Keara menyukai Ruly?

Membaca novel Antologi Rasa karya kak Ika Natassa ini asik karena menggunakan POV. Ada POV Keara Tedjasukmana, ada POV Ruly Walantaga, ada POV Panji Wardhana, dan ada POV Harris Risjad. Namun, sayang sekali untuk POV Panji Wardhana dan POV Harris Risjad sedikit sekali. Kenapa ya bisa begitu? Mungkin karena Harris dan Panji hanya sebagai tokoh pembantu saja di dalam novel ini.

Lalu siapakah tokoh favorit saya di dalam novel Antologi Rasa ini? Tentu saja Ruly Walantaga tokoh favorit saya di dalam novel ini. Karena Ruly itu baik dalam segala aspek dan tentunya selalu memenuhi kewajiban untuk menjalankan shalat lima waktu. Apalagi Ruly hobi bermain sepakbola. Keren banget kan? Novel Antologi Rasa ini termasuk dalam kategori novel metrotop sehingga latar tempatnya berada di kota-kota besar seperti Bali, Jakarta, Manila, Singapura dan Bandung.

Ada juga beberapa part favorit saya di dalam novel ini. Yang pertama adalah ketika Ruly menyindir Keara dan Harris. => "Nggak mungkin, secara temen loe si Harris itu Twitteran aja sepuluh menit sekali, pasti masih hidup kan kalo gitu". Ruly masih tertawa. - Hal 54. Ini si Harris yang hobi banget main Twitter meningatkan saya akan zaman dimana saya masih SMK. Saat SMK, bisa dibilang setiap satu jam sekali saya Twitteran tapi sekarang udah jarang buka Twitter sih. Hehehe.

Part selanjutnya yang saya suka adalah tentang Ruly Walantaga, workaholic yang suka lembur. => "Orang normal itu ya, Rul, kayak gue. Lembur pas perlu doang, itu juga sebisa mungkin ngabur. Nah elo, yang tiap hari pulangnya sama dengan satpam yang ngunci gedung gitu, yang kalau pulang jam tujuh malam aja serasa izin pulang cepat, mau bilang elo itu bukan workaholic?" (Keara Tedjasukmana).

Hei, saya mau tanya nih sobat, sobat termasuk tim #SukaLembur atau tim #NggakSukaLembur ???? Kalau saya sih tim #NggakSukaLembur dong tentunya. Buat apa dapat uang gajian banyak kalau malah tidak bisa membuat kita bahagia? Lebih baik gaji lebih dari cukup dan hati tenang plus senang. Tapi kadang saya juga heran sih dengan orang-orang yang suka banget dengan lembur. Tapi apapun yang mereka suka asal bisa membuat bahagia sih nggak apa-apa kan ya???

Part selanjutnya yang saya suka adalah part yang membahas blog dan fotografi. => "Aku pernah baca Jerry Aurum ngomong begini di blognya : "fotografi memperkenalkan ribuan hal baru. Naik helikopter, mengunjungi Bahama, menerbitkan buku, makan Konro dengan Wapres, dirayu sosialita, melihat sekolah miskin dan masih banyak lagi". (Keara Tedjasukmana) - Hal 168. Ada juga part kebersamaan Harris dan Keara yang saya suka yaitu saat Keara dan Harris makan bubur ayam tiap pagi di mobil Harris dan saat mereka nonton F1 di Singapura.

Setelah membaca novel Antologi Rasa ini. Saya juga tahu tentang beberapa hal yang belum saya ketahui sebelumnya. Seperti makna dari Ayana. Dalam Bahasa Sansekerta, Ayana berarti tempat pengasingan. Karena novel Antologi Rasa ini tokoh-tokohnya adalah banker, maka novel ini banyak membahas seputar dunia perbankan dan akhirnya saya pun tahu apa itu OTS. Lalu apa sih itu OTS? OTS (On The Spot) adalah kegiatan mengunjungi lokasi nasabah yang dilakukan banker untuk memantau perkembangan perusahaannya yang telah dibiayai dengan kredit dari bank.

Yang saya suka dari novel Antologi Rasa ini adalah ada beberapa kalimat yang maknanya dalam dan berarti sebagai berikut :

-Hidup ini memang lebih simpel saat aku cuma anak berusia sepuluh tahun yang bisa menyakinkan diri sendiri bahwa semuanya di dunia ini baik-baik saja karena aku ada di sini, di pangkuan ayah. (Keara Tedjasukmana) - Hal 152

-Siapa bilang jatuh cinta bikin orang jadi tolol dan konyol? Jatuh cinta itu juga bisa membuat orang jadi kreatif, tahu. Paling nggak kreatif mencari-cari alasan kenapa masih mau aja mencintai orang itu walau sudah jelas-jelas cuma bertepuk sebelah tangan. Imajinatif dalam memaknai apa pun yang dilakukan orang itu untuk menjustifikasi perasaan tolol ini. - Hal 287

Itulah sedikit review mengenai novel Antologi Rasa karya Kak Ika Natassa. Untuk para pembaca novel kak Ika Natassa, pokoknya wajib banget untuk membaca novel ini.

♡Identitas Buku♡

Judul Buku : Antologi Rasa

Penulis : Ika Natassa

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Agustus 2011

Jumlah Halaman : 344 Halaman

ISBN : 978-979-22-7439-4

Harga : Rp.79.000.

Rating : ♡♡♡♡

Rabu, Juli 25, 2018

[Beauty Review] : Giordani Gold Black Powder Brush

Edit Posted by with 6 comments
Pic by Farida Asadi

Selama saya hidup hingga berusia 15 tahun, saya hanya mengenal kuas yang hanya bisa digunakan untuk mengecat dan melukis. Ah, ya jadi teringat waktu zaman SMP saat mendapatkan tugas untuk melukis menggunakan cat air dan cat kayu. Lukisan-lukisan atau gambar-gambar absurd saya waktu jaman SMP juga masih saya pajang di dinding rumah walaupun memang gambarnya absurd dan tidak jelas hahahaha. #MohonMaaf

Saat usia menginjak 16 tahun dan saya kelas 12 SMK kala itu. Saya akhirnya tahu kalau kuas bukan hanya kuas cat saja namun ada juga kuas yang lain seperti kuas make up. Karena saat kelas 12 ada acara wisuda dan perpisahan maka waktu itu saya diwajibkan untuk memakai kebaya dan tampil cantik dengan make up. Berhubung saya tidak mempunyai uang untuk ke salon kala itu, maka akhirnya saya meminta tolong kepada adik sepupu saya untuk merias wajah saya.

Nah, di saat saya dirias oleh adik  sepupu saya tersebut saya langsung suka dengan kuas yang digunakan memoleskan bedak dan blush on. Tekstur kuas tersebut lembut dan saya suka dengan packagingnya. Dalam hati kecil saya, saya ingin mempunyai kuas make up tersebut dan akhirnya baru beberapa bulan yang lalu saya mempunyai kuas make up idaman yang saya dambakan tersebut.

Kuas make up yang saya maksud adalah Giordani Gold Black Powder Brush. Apa sih itu Giordani Gold Powder Brush? Giordani Gold Powder Brush adalah kuas make up dari Oriflame yang terbuat dari bahan alami. Bahan alami apakah yang ada pada kuas make up ini? Bahan alami tersebut adalah bulu rambut hewan yaitu bulu rambut kambing. Nah, biasanya kan bulu rambut kambing hanya dibuang saja berakhir dan berakhir di tempat sampah. Namun ternyata bulu rambut kambing bisa dijadikan kuas make up yang berguna untuk para wanita. Keren banget kan?
Pic by Farida Asadi
Giordani Gold Black Powder Brush memiliki warna hitam yang mewah dan istimewa. Packagingnya juga travel friendly dan ada tutup kuasnya. Inilah salah satu alasan kenapa saya membeli Giordani Gold Black Powder Brush yaitu ada tutup kuas yang bagus menurut saya, unik dan bisa melindungi kuas supaya lebih awet. Karena selama ini susah sekali bagi saya untuk menemukan kuas make up yang ada tutupnya. Untungnya Giordani Gold Black Powder Brush ini sudah ada tutupnya dan saya suka akan hal tersebut.

Ukuran dari Giordani Gold Black Powder Brush yaitu 12,5 × 2,3 × 2,3 cm. Giordani Gold Black Powder Brush ini merupakan powder brush mewah dengan helai lembut dan bulu sikat meruncing yang terbuat dari bahan alami untuk memudahkan memulas wajah dengan coverage yang diinginkan. Giordani Gold Black Powder Brush ini juga multifungsi loh sobat. Selain untuk memoleskan blush on, bisa juga digunakan untuk memoleskan bedak. Wow, multifungsi banget kan?

Lalu bagaimana cara memakai Giordani Gold Black Powder Brush untuk proses make up? Caranya cukup mudah saja, kita tinggal membuka tutup Giordani Gold Black Powder Brush lalu putar dan kuas akan siap digunakan. Tempelkan Giordani Gold Black Powder Brush pada blush on atau bedak lalu pulaskan ke wajah sampai merata.
Pic by Farida Asadi
Apakah sobat tertarik ingin mempunyai Giordani Gold Black Powder Brush juga seperti saya? Cukup hanya dengan Rp.99.000. saja, sobat sudah bisa mendapatkan Giordani Gold Black Powder Brush. Untuk pembelian bisa melalui member Oriflame atau bisa juga chat saya melalui pesan WhatsApp ke 089699892929. Kebetulan saya juga merupakan member Oriflame. Oh, ya sobat. Jika ingin mendapatkan Giordani Gold Black Powder Brush dengan harga lebih murah maka kalian bisa membeli Giordani Gold Black Powder Brush saat sedang promo. Jadi, jangan sampai sobat melewatkan kesempatan untuk mempunyai kuas make up multifungsi ini ya !!!

Sabtu, Juli 21, 2018

Bangga Ikut Mendukung Asian Games 2018

Edit Posted by with 6 comments
Sharing Session (Sosialisasi) Revolusi Mental dalam Semarak Asian Games 2018 Bersama Netizen. Pic by Farida Asadi
Selamat pagi sobat, pada hari Selasa (17/07/2018) saya mengikuti acara yang diadakan dalam rangka mendukung Asian Games 2018 tepatnya di Star Hotel Semarang. Ini merupakan pengalaman pertama saya ke Star Hotel Semarang sekaligus pengalaman yang tak akan pernah terlupakan karena telah turut serta mendukung ajang Asian Games 2018.

Setelah masuk ke lantai 29, para peserta yang hadir disambut oleh kak Yayat sebagai moderator. Ternyata kak Yayat ini seorang blogger, dan ini merupakan momen dimana saya bertemu langsung dengan blogger Jakarta yaitu kak Yayat. Selain kak Yayat, adapula Bapak Ferdiansyah, perwakilan dari Kemenko PMK yang menjelaskan semua tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Saya jadi makin tahu dan makin banyak ilmu setelah mendengarkan dan memahami materi yang disampaikan Pak Ferdiansyah.

Adapula Bapak Anwari Natari yang menyampaikan bagaimana membuat konten viral yang positif dan kreatif di sosial media. Hal yang paling saya ingat dari materi konten viral yang positif di sosial media tersebut adalah saring dulu sebelum sharing. Ini memang penting sekali karena sekarang ini banyak sekali konten hoax di media sosial yang merugikan masyarakat. Jadi, sebelum menyebarkan konten di media sosial kita harus menyaring dulu sebelum konten tersebut di-sharing karena hal ini bertujuan untuk menghindari konten hoax.
Foto Bersama Netizen Semarang. Pic from WAG AG18Jateng.
Dan yang terakhir adalah Bapak Ahmad Gunawan yang menyampaikan seputar Asian Games 2018. Lalu, apakah sobat sudah apa itu Asian Games? Asian Games adalah event olahraga di kawasan Asia dan juga merupakan sebuah kesempatan mempromosikan pariwisata negara tuan rumah. Ingat, Asian Games itu bukan Asean Games. Jadi, jangan sampai sobat salah informasi.

Asian Games pertama kali diadakan di New Delhi (India) pada tahun 1951 dan kemudian ajang Asian Games diadakan empat tahun sekali. Pada tahun 1962, Indonesia pernah menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta. Di tahun 2018, untuk kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tepatnya di Jakarta-Palembang pada tanggal 18 Agustus 2018 - 2 September 2018. Ajang Asian Games 2018 ini juga menjadi ajang mempromosikan UMKM Indonesia dan pariwisata Indonesia. Semoga Indonesia sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Ibu Puan Maharani dan 7 Putri Indonesia dalam #SemarakTorchRelayJateng Menuju Asian Games 2018. Pic from WAG AG18Jateng.
Lalu bagaimana cara saya ikut mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018? Karena saya aktif di sosial media, maka saya dan netizen Semarang memposting seputar Asian Games di sosial media serentak pada 17 Juli 2018 - 18 Juli 2018. Mulai dari Facebook, Twitter, hingga Instagram dengan hastag #AG18AyoBerubahJateng dan #SemarakTorchRelayJateng. Hastag #AG18AyoBerubahJateng menjadi Trending Topic No. 1 Indonesia pada tanggal 17 Juli 2018 dan hastag #SemarakTorchRelayJateng juga menjadi Trending Topic No.1 Indonesia pada tanggal 18 Juli 2018. Itulah salah satu cara saya dalam rangka mendukung ajang Asian Games 2018. Lalu bagaimana cara sobat mendukung ajang Asian Games 2018?